20.1 C
New York
Selasa, September 8, 2026
Beranda Peristiwa Perkuat Mitigasi, Pemkot Cilegon Siap Siaga Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau

Perkuat Mitigasi, Pemkot Cilegon Siap Siaga Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau

0
52
Pemkot Cilegon menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau di depan Mapolres Cilegon, Selasa (8/9/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum lama terjadi hingga mengeluarkan abu vulkanik menggerakan kota/kabupaten di Provinsi Banten merapatkan barisan untuk melakukan mitigasi bencana. Hari ini, Selasa (8/9/2026), Pemkot Cilegon bersama TNI dan Kepolisian melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 di depan halaman Mapolres Cilegon.

Hadir dalam apel Wali Kota Cilegon, Robinsar, Dandim 0623 Kota Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori Kapolres Cilegon, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi dan Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan.

Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, apel diselenggarakan dalam rangka kesiapsiagaan bencana. Pentingnya kesiapsiagaan ini, kata Robinsar untuk memitigasi manakala terjadi bencana.

“Karena memang bencana potensinya ada di depan mata kita, tentunya kita mempersiapkan segala bentuk cara, segala bentuk langkah, agar ketika sesuatu yang tidak diharapkan, kita bisa lebih mitigasi, meminimalisir segala bentuk risiko,” ujar Robinsar.

Upaya mitigasi, kata Robinsar tentu dengan melakukan koordinasi dengan Forkopimpda. Mitigasi perlu dikomunikasikan dan disosialisasikan ke masyarakat. Kemudian dalam mitigasi bencana perlu memetakan titik evakuasi. Selain itu Pemkot Cilegon juga berkewajiban untuk meredam isu yang tidak benar.

“Yach, kesiapsiagaannya tentunya mengoordinasikan. Tadi arahan dari para Forkopimda bahwa mengoordinasikan, ya, segala bentuk komunikasi, sosialisasi ke masyatakat yang memang perlu disiapkan perihal titik evakuasi, koordinasi dengan stakeholder terkait baik Kepolisian, TNI dan unsur pemerintahan  agar dalam rangka mensosialisasikan langkah langkah dan meredam isu-isu tidak benar,” paparnya.

Sejauh ini, kata Robinsar, Pemkot Cilegon belum mendapat laporan masyarakat yang terganggu kesehatannya dampak dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Bilamana terdapat masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pihaknya akan melakukan penanganan.

“Alhamdulillah kalau untuk korban jiwa di Kota Cilegon sendiri masih nihil, ya. Dan tentunya kita memohon diharapkan tidak terjadi. Tapi juga tim kami dari Dinas Kesehatan juga terus turun, ya. Dari tim Puskesmas juga jemput bola, ya, ketika memang ada masyarakat yang mungkin mengalami gangguan pernapasan dan lain-lain, kita juga siap untuk hadir, ya, memfasilitasi,” paparnya.

Dalam situasi saat ini, kata Robinsar, yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Langkah mitigasi harus benar-benar disiapkan.

“Karena dalam hal dalam situasi seperti ini tentu yang paling diutamakan adalah perihal keselamatan masyarakat yang utama. Itu yang mesti kita prioritaskan, nah tinggal nanti langkah-langkahnya perihal teknis itu dengan koordinasi dengan stakeholder terkait,” pungkasnya. (Ronald/Red)