20.1 C
New York
Selasa, September 15, 2026
Beranda Peristiwa Sisir Gunung Anak Krakatau Cari Jurnalis Hilang, KN Tetuka Turunkan Sea Rider...

Sisir Gunung Anak Krakatau Cari Jurnalis Hilang, KN Tetuka Turunkan Sea Rider dan Drone, Hasil Masih Nihil

0
37

CILEGON, SSC –  Tim SAR Gabungan melakukan pencarian hari ke delapan terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Provinsi Banten.  Pada pencarian itu, SAR Gabungan masih belum menemukan jurnalis dan kru kapal yang hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad menjelaskan, SAR Gabungan dalam operasi pencarian hari ke delapan menurunkan sebanyak 20 alut utama (alut). Diantaranya 4 unit KRI, 2 unit KAL, 1 unit RBB, 8 Unit Kapal Patroli, 3 unit KN SAR dan 2 unit RIB.

Amrad mengungkapkan ada enam sektor yakni sektor A hingga F dalam pencarian tersebut. Untuk sektor C, dijelaskan Amrad, pencarian dilakukan oleh KN SAR Tetuka dengan jangkauan area kurang lebih sekitar 825 notical mile. Pencarian dilakukan kurang lebih 9 jam dari area perairan Pulau Panaitan hingga pesisir Gunung Anak Krakatau.

“Untuk area pencariannnya menggunakan KN Tentuka melakukan pencarian selama kurang lebih 9 jam di wilayah Timur Laut di Pulau Panaitan hinga ke pesisir Gunung Anak Krakatau dengan radius kurang lebih 4 kilometer. Jadi untuk KN SAR Tentuka sendiri, itu melakukan searching di sekitaran Gunung Anak Krakatau dari Paniatan,” ujar Amrad kepada media di Posko SAR Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (15/9/2026).

Saat itu KN Tetuka sempat menurunkan sekoci atau sea rider. Kata Amrad, sea rider diturunkan menindak lanjuti adanya informasi yang beredar di media sosial instagram tanggal 13 September 2026.

“Sempat tadi melakukan monitoring kurang lebih 4 kilomteter dari Gunung Anak Krakatau dan menurunkan sekoci, sea rider. Untuk melakukan searching dengan  informasi yang didapatkan pada tanggal 13 September yang beredar di instagram,” ucapnya.

Tim di KN Tetuka saat itu juga menerbangkan drone. Setelah melakukan pengecekan, kata Amrad, hasilnya nihil.

“Jarak sea rider yang diturunkan, itu menerbangkan juga drone. Jarak mereka dari Gunung Anak Krakatau, pesisir kurang lebih 500 meter. Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikan dengan informasi yang kami dapatkan. Dan setelah mereka melakukan cross check informasi tersebut, hasilnya nihil,” ungkapnya.

Selain melakukan pencarian dengan alut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten juga berkoordinasi dengan KSOP untuk memberitahu informasi peristiwa jurnalis hilang kontak kepada kapal-kapal yang melintas. Peristiwa itu juga telah diinformasikan ke SAR Lampung dan Bengkulu. Hingga saat ini, hasil pencarian di dua wilayah provinsi itu masih nihil.

“Ke KSOP termasuk untuk memonitoring kapal yang melitas, pemberitahuan informasi lebih lanjut termasuk kantor SAR Lampung dan Bengkulu, ini juga masih nihil. Dan Bengkulu juga melakukan penyisiran di sisi barat Bengkulu termasuk di Pulau Enggano dan itu sampai saat ini masih nihil,” ujarnya.

“Untuk hasil broadcast yang kita sebar luaskan, termasuk ke kapal-kapal dan termasuk tadi juga tim kita yang bertemu dengan nelayan bertemu di Ujung Kulon, sampai sekarang masih nihil,” pungkasnya.

Diketahui, pada hari Senin tanggal 7 September 2026 sekitar pukul 15.04 WIB, lima jurnalis dan tiga kru kapal speadboat Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak. Kedelapan orang yang berstatus dalam pencarian itu yakni M. Bagus Khoirunnas, jurnalis dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal jurnalis freelance, Warta kapten kapal, Surakman anak buah kapal (ABK), Heriyanto selaku guide. (Ronald/Red)