20.1 C
New York
Senin, April 20, 2026
BerandaPeristiwaResapan Air Berkurang Gara-gara Pembangunan Infrastruktur Masif, Warga Kenanga Ngeluh Jadi Langganan...

Resapan Air Berkurang Gara-gara Pembangunan Infrastruktur Masif, Warga Kenanga Ngeluh Jadi Langganan Banjir

-

CILEGON, SSC – Warga yang tinggal di bantaran kali di Lingkungan Kenanga, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon mengeluhkan kerap menjadi korban langganan banjir ketika musim hujan. Hal ini akibat makin masifnya pembangunan Gedung hingga membuat resapan air makin berkurang.

Diketahui, disekitaran lingkungan itu terdapat Gedung Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Ditambah saat ini, Pemerintah Kota Cilegon juga tengah membangun Gedung DPMPTSP dan Jalan Bonakarta yang tak jauh dari lokasi warga.

Ketua RT 04 RW 04 Lingkungan Kenanga, Saripudin mengaku, banjir ditempatnya terjadi bukan tanpa sebab. Resapan air di sekitar lingkungan tempat warga tinggal dinilai makin berkurang lantaran banyaknya gedung bertingkat dan pembangunan jalan bonakarta. Masalah makin bertambah, kata dia, dengan tidak berfungsinya saluran air dengan baik. Kondisi itupun membuat warga kian khawatir soal bahaya banjir. Bahkan saat banjir terjadi, diceritakan dia, warga harus turun menyedot luapan air.

“Enggak pengaruh juga ada kali di sini. Bahkan, kalau bukanya deras banget, air yang ada di kali meluap dengan deras hingga masuk ke rumah-rumah warga sekitar,” kata Saripudin kepada media saat berada bantaran kali Lingkungan Kenanga, Jumat (7/12/2018).

Ia mengaku, sekitar 25 rumah dari 115 Kepala Keluarga menjadi korban setiap kali banjir tiba. Ia cukup menyesalkan, pemerintah mulai dari unsur kelurahan, kecamatan maupun dinas malah tidak membantu meringankan beban warga.

“Boro-boro membantu. Kalau banjir tiba, paling yang bantu dari Bonakarta itu pun dalam bentuk mie instan. Kami sih minta agar ada perhatian dari pemerintah untuk warga yang terkena imbas dari banjir ini,” ujarnya

Selama ini, anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Jombang, diungkapkan Saripudin, belum ada yang pernah memperhatikan kondisi warga di Lingkungan Kenanga. Adapun kedatangan mereka, hanya ingin meminta dukungan suara dari masyarakat.

“Dalam sejarah tidak ada dewan dari dapil Jombang yang bantu warga di sini. Kalaupun mereka mau bantu, mereka itu hanya minta dukungan kami saja,” ungkapnya.

Sementara, Warga lainnya, Husni meminta agar pemerintah kota (Pemkot) Cilegon mempercepat pengerukan dan normalisasi kali. Ia pun meminta agar disediakan tempat pembuangan sampah sehingga warga tidak kembali membuang sampah di kali lagi.

“Pengerukan dan normalisasi kali harus dilakukan. Kami juga minta tempat pembuangan sampah perlu disediakan kembali,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, salah satu anggota DPRD Cilegon, Rahmatulloh akan berusaha membantu warga Lingkungan Kenanga dan Terate Udik untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ia berjanji akan menemukan dengan pihak PU untuk mencari solusinya.

“Kemungkinan Senin (10/12/2018) akan bertemu dengan Pak Kadis DPUTR (Nana Sulaksana) untuk melakukan pengerukan kali di lingkungan Terate Udik dan Kampung Kenaga,” tungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini