20.1 C
New York
Senin, April 20, 2026
BerandaPeristiwaChandra Asri Butuh Waktu Matikan Mesin Pabrik Bila Terjadi Gempa atau Tsunami

Chandra Asri Butuh Waktu Matikan Mesin Pabrik Bila Terjadi Gempa atau Tsunami

-

CILEGON, SSC – Masyarakat di Kota Cilegon masih khawatir dengan kejadian Tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu, 22 Desember 2018 lalu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan gelombang pasang. Hal ini tidak hanya menyangkut bencana gempa atau tsunami saja namun dampak ikutan seperti bencana industri lebih dikhawatirkan. Salah satunya keberadaan pabrik kimia PT Chandra Asri Petrochemical (PT CAP) di Kecamatan Ciwandan yang lokasinya tak jauh dari Gunung Anak Krakatau.

Menanggapi antisipasi bencana industri, Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi Korporasi PT CAP, Suryandi mengakui, bila CAP tidak dapat langsung mematikan mesin pabrik secara otomatis bila bencana gempa atau tsunami terjadi. Pabrik kimia yang memproduksi ethelene, propylene, biji plastik dan produk lainnya ini, kata Suryandi, membutuhkan waktu sedikitnya 3 menit untuk mematikan seluruh mesin bila terjadi bencana dasyat.

“Automaticlly shutdown tidak bisa. Itu tidak bisa langsung apabila seperti apa kondisi lalu kemudian pabrik berhenti sendiri. Itu nggak. Tetap harus ada shutdown yang di proses atau yang dilakukan karyawan yang jaga,” ujarnya usai menyerahkan bantuan pemulihan bencana untuk korban Tsunami melalui Pemerintah Kota Cilegon di ruang rapat Walikota Cilegon, Selasa (8/1/2019).

“Saat ini (proses mematikan mesin) kita 3 menit, kurang lebih. Jadi, tidak bisa tiba-tiba gempa, langsung matikan pabrik. Nanti kan menjalaninya lagi perlu waktu,” paparnya.

Selain antisipasi mematikan mesin ketika bencana terjadi, lanjutnya, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai langkah lainnya. Salah saynya menyiapkan jalur evakuasi untuk karyawan. Langkah-langkah ini sudah dimulai CAP dengan melakukan simulasi tanggap bencana industri.

“Jadi seperti yang saya sampaikan, yang paling penting bagaimana keselamatan dari karyawan bila terjadi seperti itu. Jalur evakuasi sudah disiapkan. Jadi kita nih, selain prosedur, selain sistem, yang namanya evakuasi drill, itu juga harus dilakukan. Habis ini bagaimana, habis ini harus bagaimana,” terangnya.

Soal pipa kimia bawah laut milik Chandra Asri yang bisa membahayakan bila terjadi bencana, Suryandi mengaku sampai saat ini pipa tergolong aman dan berkondisi baik. Peristiwa tsunami yang terjadi sebelumnya tidak berpengaruh terhadap keberadaan pipa bawah laut sekalipun lokasinya tidak begitu jauh dari GAK.

“Tidak ada pengaruh. Itu jauh (dari Gunung Anak Krakatau). Bisa lihat posisi Anak Krakatau dengan pabrik kita. Memang kalau bilang jauh, nggal juga tapi namanya gelombang bisa saja. Tetapi pipa bawah laut tidak berpengaruh,” tegasnya (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini