Warga antre panjang mendaftar bantuan IMKM pusat saat di di Klinik UMK milik Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota Cilegon, Jalan Temu Putih, Kelurahan ,Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Jumat (23/10/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sejumlah warga tampak berjubel di Klinik Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Kota Cilegon di Temu Putih Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Jumat (23/10/2020). warga datang mendaftar untuk mendapatkan bantuan UMKM dari Pemerintah Pusat senilai Rp 2,4 juta.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, tampak terlihat warga untuk mengantre untuk mendaftar. Antar warga terlihat masih mengabaikan physical distancing atau jaga jarak.

Keributan sempat terjadi saat antrean terus bertambah. Tak terlihat aparat kepolisian maupun petugas Dinas Satpol PP melakukan penjagaan untuk mengantisipasi situasi di lokasi.

Kondisi ini Akibat memgakibatkan kemacetan kendaraan terjadi terlihat mulai dari depan Alfamart menuju klinik milik Dinas Koperasi.

Salah satu warga dari Kelurahan Samangraya, Solihin mengaku, sudah tiba di klinik tersebut pada pukul 10.00 WIB. Ia baru selesai mendaftar pada pukul 14.30 WIB.

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

“Yah mau gimana lagi. Kalau dibilang takut sih takut. Tapi mau gimana lagi. Lumayan dapat bantuan Rp 2,4 juta,” kata Solihin kepada Selatsunda.com di lokasi,” Jumat (23/10/2020).

Senada dengan Solihin, Nana warga Citangkil juga dirinya baru menerima informasi ini dari pihak kelurahan jika ada bantuan dari pemerintah pusat.

“Kata pihak kelurahan kalau gak terima BLT bisa dapat bantuan ini. Makannya, saya daftar. Lumayan aja dengan kondisi corona bisa buat bertahan hidup,” kata Nana.

Menanggapi hal ini, Kabid UMKM pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Kota Cilegon Ade Nuryani mejelaskan, pihaknya sebenarnya tidak membuka pendaftaran Bantuan Presiden dari Pemerintah Pusat itu di Klinik Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Kota Cilegon. Pendaftaran itu diserahkan ke masing-masing kelurahan.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

“Iya jadi begini, sebetulnya kita (Dinas Koperasi,red) tidak membuka pendaftaran di klinik. Pendaftaran dilakukan di masing-masing kelurahan. Kami sudah beritahu untuk pendaftaran bantuan dari pemerintah pusat di masing-masing kelurahan yang dikelola oleh Kasi Kesos setiap kelurahan,” jelas Ade.

Masih kata Ade, pendaftaran bantuan kali pertama sudah dibuka beberapa bulan lalu dan berakhir pada 20 September 2020 kemarin. Namun, tak lama kemudian, pemerintah pusat mengumumkan pendaftaran diperpanjang hingga akhir November 2020.

“Yah karena informasinya ada pendaftaran ulang jadi masyarakat datangnya ke sini (klinik UMK). Kami juga enggak tahu jika kondisinya seperti ini,” terangnya.

Saat disinggung masih banyak warga mengabaikan protokol Covid-19 saat pendaftaran, Ade langsung menutup telepon. Saat dikonfirmasi kembali, nomor yang dihubungi dalam keadaan tidak aktif.
(Ully/Red)