Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon juga Kepala BPBD Cilegon, Erwin Harahap di temui di Pemkot Cilegon, Jumat (23/10/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon secara tegas menyatakan tidak mengikuti arahan dan kebijakan Provinsi Banten untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 1 bulan kedepan.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Walikota Nomor 45 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Cilegon Nomor 43 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Dalam Rangka Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besad Provinsi Banten.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Erwin Harahap mengatakan, keputusan itu telah berdasarkan hasil musyawarah Gugus Tugas Percrpatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon. Meski tidak memperpanjang PSBB, Pemkot Cilegon akan tetap mengedepankan dan memperketat penerapan protokol Covid-19 mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat kecamatan di Cilegon.

“Alasan kami (Cilegon) tidak memperpanjang kembali PSBB ini, karena menyangkut persoalan ekonomi. Kalau ini terus (PSBB,red) terus berkondisi seperti ini masyarakat mau makan apa? Terus bagaimana masyarakat bisa berdagang? Kami ingin ekonomi terus berjalan tapi tetap protokol kesehatan harus ditekankan dan diperhatikan oleh masyarakat. Tapi semua keputusan ini, tergantung persetujuan penandatangan Perwal nomor 45 oleh Walikota Cilegon, Edi Ariadi,” kata Erwin kepada Selatsunda.com ditemui usai Apel siaga bencana yang digelar di Depan Kantor Walikota Cilegon,” Jumat (23/10/2020).

Baca juga  PT Krakatau Posco Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Cilegon

Dalam perwal, kata dia, ada beberapa kegiatan yang saat ini belum diperbolehkan dilakukan oleh masyarakat dan pelaku  usaha. Seperti penyelenggaraan usaha hiburan baik usaha khusus atau usaha penunjang, usaha kolam renang,
tempat permainan anak, kegiatan car free day, ruang terbuka publik (alun-alun/taman kota), pasar budaya dan kegiatan sejenis lainnya.

Sementara, untuk kegiatan lain, Pemkot Cilegon tetap memperbolehkan seperti kegiatan keagamaan di rumah ibadah namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menyiapkan fasilitas pencuci tangan.

Kemudian, untuk kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dapat dilaksanakan dengan ketentuan yaitu, melakukan penyemprotan disinfektan pada lokasi kegiatan pada H-1 dan H+1 tanggal kegiatan.

Ketiga, Kegiatan usaha perhotelan antara lain hotel, losmen, wisma, dan penginapan sejenis lainnya dapat melaksanakan kegiatan usahanya dengan membatasi aktivitas tamu hanya dalam kamar hotel dengan memanfaatkan layanan kamar (room service).

Baca juga  Pencurian Modus Pecah Kaca Berkeliaran di Cilegon

Diketahui berdasarkan peta sebaran Covid-19 Kota Cilegon, angka terkonfirmasi pasien positif Covid-19 pada 22 Oktober 2020 pada pukul 16.00 WIB, total kasus covid-19 di Cilegon telah menembus 716 orang. Dengan rincian 82 orang di rawat, 613 sembuh dan 21 meninggal dunia. (Ully/Red)