20.1 C
New York
Minggu, Mei 3, 2026
BerandaPemerintahanAnggaran Minim, Pemkot Cilegon Kewalahan Perbaiki Jalan Rusak di JLS

Anggaran Minim, Pemkot Cilegon Kewalahan Perbaiki Jalan Rusak di JLS

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengaku cukup kewalahan untuk perbaikan kondisi jalan rusak yang berada di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Anggaran Pemkot Cilegon tak memadai dalam proses perbaikan jalan tersebut.

Hal ini tersebut terungkap dalam rapat pembahasan rencana penanganan JLS dengan perusahaan yang digelar di Ruang Rapat Walikota Cilegon.

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan. Pemkot Cilegon membutuhkan anggaran sekitar Rp 64 miliar untuk memperbaiki seluruh jalan dan tujuh jembatan rusak yang berada di Jalan Lingkar Selatan.

Tujuh jembatan rusak ini berada di sekitar Jalan Kepuh, Jembatan Cimahe, Simpang Cikerai, ttitik banjir sekitar PCI, Jembatan LEbak Denok, Jembatan Cikondang dan Jembatan Cijalumpang.

“Untuk memperbaiki jalan yang sekitar 15 kilo (sisi kanan dan kiri) kami (Pemkot Cilegon) membutuhkan banyak anggaran sekitar Rp 64 miliar. Sedangkan kami hanya ada anggaran sebesar Rp 300 juta. Overload (kelebihan beban). Maka itu, saya panggil industri untuk ikut membantu memperbaiki jalan tersebut. Dari semua itu, akan dibuat panitia. Panitianya bisa saya atau indutri lah,” kata Edi kepada awak media ditemui di Kantor Walikota Cilegon,” Selasa (29/12/2020).

Edi menjabarkan, berdasarkan hasil survey yang dilakukan untuk titik banjir yang berada di sekitar jalan Kepuh-Ciwandan (JLS) disebabkan oleh saluran drainase tidak berfungsi secara optimal dan bangunan berdiri diatas saluran draine.

Kedua, untuk Jembatan Lebak Denok kerusakan disebabkan oleh pengikisan lapis permukaan jalan dan joint antara jembatan dengan plant injak.

Ketiga, jembatan Cimahe kerusakan disebabkan oleh pengikisan permukaan jalan, kerusakan pada plat injak dan kerusakan joint jembatan dengan plat injak.

Keempat, jembatan Cikondang kerusakan disebabkan oleh pengkisan lapis permukaan jalan, kerusakan pada plat injak dan kerusakan joint antara jembatan dengan plat injak.

Kelima, kerusakan yang terjadi di Jembatan Cijalumpang terjadi karena pengikisan lapis permukaan jaan pada jalur arah PCI dan kerusakan joint antara jembatan dengan plat injak.

Keenam, kerusakan di Simpang Cibeber akibat kerusakan struktur jalan beton. Ketujuh, di titik Banjir JLS (sekitar PCI-Cibeber) kerusakan akibat saluran drainase tidak berfungsi secara optimal dan bangunan berdiri diatas saluran draine.

“Dari semua ini, prioritas pertama yang akan kami tuntaskan berada di Kalitimbang. Kenapa memilih Kalitimbang? Karena menyangkut perayaan tahun baru. Dan saya minta kepada pihak DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kota Cilegon sebelum tahun baru sudah harus selesai,” papar Edi.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang pada DPUTR Cilegon, Retno Anggraeni perbaikan jalan yang berada di Jalan Kalitimbang hanya bersifat sementara karena akan menyambut tahun baru.

“Benar kata Pak Wali (Edi Ariadi). Untuk di wilayah Kalitimbang hanya bersifat perbaikan sementara saja. Jadi hanya kami rapihkan saja. Sedangkan kalau ada jembatan yang tidak sama dengan jalan, kita luruskan jalanya biar sejajar. Insyalaah besok udah bisa dikerjakan dan sebelum tahun baru sudah selesai dan bisa dilewati para pengguna jalan,” pungkasnya. (Ully/red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2