Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta saat melakukan kunjungan ke salah satu rumah warga tak mampu di Kota Cilegon pada beberapa hari lalu. Foto : Dokumentasi Sanuji Pentamarta

CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengaku cukup prihatin dengan anggaran yang dialokasikan untuk program rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Cilegon. Menurutnya, alokasi anggaran untuk bantuan setiap rutilahu sebesar Rp 7,5 juta masih terbilang kecil.

“Cukup kecil kalau satu rumah menerima Rp 7,5 juta. Semestinya anggaran perlu di tambah. Apalagi pada 2020 lalu, angka kemiskinan di Cilegon diangka 4 persen. Apalagi masih banyak kita temukan rumah-rumah yang tidak layak huni,” kata Sanuji kepada Selatsunda.com ditemui di Pemkot Cilegon,” Kemarin.

Karena sangat kecil, Sanuji mendesak agar Dinas Sosial pada 2022 dapat menambah anggaran program tersebut. Selain itu agar tepat sasaran, Dinsos juga diminta untuk mendata warga penerima bantuan secara akurat dengan by name by address.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

“Pihak RT/RW dan kelurahan harus mendata benar-benar warga yang membutuhkan rehab rumah tersebut. Jadi harus per orang diselesaikan. Data pun harus akurat,” ujarnya.

Politisi PKS ini juga meminta agar Dinsos bisa mengajukan bantuan kepada Pemprov Banten. Informasinya, Pemprov Banten mengalokasikan rutilahu sebesar Rp 50 juta.

“Dari Pemprov ada anggaran Rp 50 juta,” kata Sanuji.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon Ahmad Jubaedi tak memungkiri jika anggaran setiap bantuan rutilahu pada 2021 senilai Rp 7,5 juta. Nilai tersebut kecil mengingat banyaknya permohonan dari pihak RT/RW untuk merehab rumah warga.

“Rp 7,5 juta karena memang permohonannya cukup banyak. Untuk 2022 mendatang, kami akan usulkan sebesar Rp 15 juta. Di 2022 memang ada 2 kali lipat penambahan. Kami prinsipnya tinggal menunggu kebijakan dari Pak Walikota (Helldy Agustian) untuk launching penambahan bedah rumah tersebut,” beber Jubaedi.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

Soal adanya alokasi anggaran rutilahu dari Pemprov, Jubaedi mengaku tidak mengetahui secara detail.

“Kita tidak tahu ada anggaran dari Pemprov Banten jika belum ada surat atau pemberitahuan dari Dinsos Provinsi Banten. Kalau pun ada, kemungkinan tidak dilakukan di 2021,” pungkasnya. (Ully/Red)