CILEGON, SSC – Polda Banten telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon menghadapi libur panjang Akhir Oktober 2020.
Dirlantas Polda Banten, Kombes Rudy Purnomo mengatakan, skenario yang disiapkan telah disesuaikan dengan cara bertindak (CB) di lapangan bilamana terjadi lonjakan. Skenario itu dilakukan dengan penyekatan dan pengalihan kendaraan. Bilamana lonjakan terjadi di dalam pelabuhan maka kendaraan pribadi yang melintas di Jalan Cikuasa Atas akan disekat.
“Kita sudah siapkan CB-nya. Apabila ada penumpukan didermaga, kita sekat di fly over (Cikuasa Atas). Kita tunggu informasi dari dermaga. Apabila (kendaraan penumpang) di dermaga sudah berkurang, baru kita masukan (pelabuhan),” ungkap Dirlantas usai Rapat Koordinasi bersama sejumlah Otoritas Pelabuhan Banten di Pelabuhan Merak, Senin (26/10/2020).
Ia menyatakan, skenario pengalihan arus akan dilakukan jika terjadi penumpukan di Jalan Cikuasa Atas. Jika kendaraan di Cikuasa Atas menumpuk maka kendaraan berat seperti truk akan dialihkan ke Jalan Cikuasa Bawah.
“Untuk di (Cikuasa) bawah untuk kendaraan yang berat. Untuk yang atas kendaraan (pribadi) yang ringan,” tututurnya.
Ia menyatakan, skenario antisipasi lonjakan penumpang kendaraan akan dilakukan sejak mulai awal libur panjang pada 27 September 2020 hingga akhir di arus balik pada 1 Novermber 2020.
“Diprediksi tanggal 27 Oktober puncak arus mudiknya. Untuk arus baliknya tanggal 1 November,” paparnya.
Ia berharap, seluruh otoritas mulai dari ASDP sebagai pengelola Pelabuhan Merak, PT Marga Mandala Sakti selaku pengelola tol Tangerang-Merak dan otoritas lainnya dapat berkoordinasi dan sinergi. Begitupun diharapkan pengguna jasa Pelabuhan Merak yang akan menyeberang sudah membeli tiket secara online untuk menghindari penumpukan.
“Dengan adanya tiket online itu, dapat mengurangi (lonjakan). Penumpang harus punya tiket dulu baru bisa naik kapal,” paparnya. (Ronald/Red)

