CILEGON, SSC – Sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tersebar di 5 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Lingkup Pemkot Cilegon terpapar virus corona. Atas kondisi tersebut, Pemkot Cilegon akhirnya memutuskan untuk kembali melakukan WFH (Work From Home) sebesar 50 persen.
Untuk diketahui, kelima OPD yang WFH yakni Bagian Hukum Setda Pemkot Cilegon, Bappeda Kota Cilegon, BPKAD Kota Cilegon, Inspektorat Kota Cilegon, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon.
Walikota Cilegon Helldy Agustian, menyatakan, pihaknya telah menyetujui dilakukanya WFH di OPD yang pegawainya terpapar Covid-19.
“Sudah saya tandatangani SK WFH 50 persen pegawai,” kata walikota saat ditemui di DPRD Kota Cilegon, Senin (21/6/2/2021).
Menurut Helldy, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Cilegon baru-baru ini sangat signifikan. Terutama penyebaran Covid-19 di Kecamatan Cibeber tinggi.
“Di Cibeber angka penambahan kasusnya terbilang tinggi, ini sudah menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani mengatakan, pada dasarnya seluruh ASN di lingkungan Pemkot Cilegon telah divaksinasi Covid-19. Meskipun demikian, vaksinasi tidak menjamin jika orang tidak terpapar Covid-19.
“Vaksinasi itu bukan menjamin, itu langkah pencegahan. Namun jika protokol kesehatannya tidak diterapkan, apalagi kondisi tubuh tidak dijaga, potensi terkena Covid-19 tetap ada,” ucapnya.
Dengan kondisi ini, ia meminta agar seluruh ASN di Lingkungan Pemkot Cilegon untuk tetap menjaga protokol kesehatan.
Sebab katanya, protokol kesehatan adalah langkah paling tepat untuk mencegah penularan Covid-19.
“Protokol kesehatan tetap harus dilakukan, meskipun sudah divaksin,” katanya. (Ully/Red)

