CILEGON, SSC – Bakal Calon Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengukuhkan tim relawan di tingkat Kecamatan Jombang, Kota Cilegon di depan Gedung DPD II Golkar Cilegon, Sabtu (7/3/2020). Ati yang mengawali pengukuhan tampak tenang dalam menyampaikan sambutannya.
Wakil Walikota Cilegon ini menyampaikan terimakasih atas dukungan para relawan terhadapnya maju sebagai Bacalon Walikota Cilegon. Ia mengaku sedikit grogi menyampaikan sambutan karena ditengah deklarasi merasakan kehadiran Almarhum Ayahnya, Aat Syafaat.
Meskipun begitu, ia menyatakan sangat cukup kuat untuk menyampaikan orasi politik dihadapan ribuan pendukungnya dan menyatakan dirinya tidak seperti yang dituduhkan bapaslon lain akhir-akhir ini. Dihadapan pendukung, Ati menyatakan bahwa dia adalah anak dari seorang pejuang dan bukan sebagai anak dari dinasti turunan korupsi.
“Saya anak pejuang bukan anak dinasti turunan korupsi. Saya sampaikan ke masyarakat Cilegon, bahwa sukses kita, sukses cilegon tak boleh henti,” ujarnya.
Ia menyatakan, jargon dengan tagline Sukses Cilegon Tak Boleh Henti ditetapkan berdasar pada Akhlakul Karimah yakni dengan dilandasi akhlak mulia dan akhlak terpuji yang diajarkan dalam agama Islam. Tagline itu pun tidak menyinggung banyak masyarakat. Justru ia cukup miris mengetahui belakangan ada yang menyerangnya dengan hal yang tidak pantas.
Ia menyatakan, pengukuhan yang dilaksanakan ini sangat diapresiasinya karena mendapat antusias tinggi dari para pendukungnya baik dari para pendahulu, tokoh masyarakat, Partai Golkar dan non partai politik. Dukungan itu, kata dia, telah membangkitkan semangatnya untuk bisa berjuang bersama.
Semangat dalam kontentasi politik ini mengibaratkan dirinya seperti burung yang bisa terbang dalam kancah Pilkada 2020. Artinya, kata dia, kehadirannya untuk meramaikan politik di Cilegon dengan cara politik sejuk tanpa melukai satu sama lain antar kandidat.
Meski banyak dituduhkan yang tidak baik, Ati tetap mengajak tim pemenangan dan relawan untuk berjuang dan memenangkan pilkada dengan cara-cara yang santun, beretika dan martabat. Ia tetap mengajak relawan turun ke masyarakat menyapa dengan baik dan menyampaikan visi misinya untuk menjadikan Kota Cilegon kedepan lebih baik.
“Karena ini saya melihat di akhir, ada upaya provokatif yang menjatuhkan kandidat. Saya lebih senang menyampaikan suatu proses pembangunan Kota Cilegon kedepan karena sebuah demokrasi adalah hal biasa. Pertarungan ada menang, ada kalah,” terangnya. (Ully/Red)

