CILEGON, SSC – Manajemen Bank Banten menyambangi Pemkot Kota Cilegon, Rabu (3/9/2025). Pertemuan tersebut membahas terkait rencana pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten.
Pantauan Selatsunda.com, para rombongan tiba di Kota Cilegon pada pukul 09.40 WIB dan langsung disambut hangat oleh Walikota Cilegon, Robinsar.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami mengatakan, Pemkot Cilegon berserta kabupaten/kota lain di Provinsi Banten sampai saat ini belum memindahkan RKUD ke Bank Banten. Padahal, perkembangan bisnis Bank Banten sudah semakin baik dan maju. Akan lebih baik dan maju lagi, jika ada keterlibatan dari Pemkot Cilegon dan kabupaten kota lain dengan memindahkan RKUD ke Bank Banten.
“Sejauh ini yang sudah memindahkan RKUD ke Bank Banten, baru Kabupaten Lebak dan Kota Serang. Diluar ini, masih ada Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon dan kota lainnya masih belum. Kami harapkan hal yang sama agar Kota Cilegon mau bekerjasama dengan kami,” kata Busthami kepada Selatsunda.com usai pertemuan.
Busthami menambahkan, Bank Banten kini semakin siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Dari sisi kelembagaan, Bank Banten telah bertransformasi menjadi perusahaan perseroda sejak akhir 2023.
“Bank Banten ini adalah asetnya Pemerintah Provinsi Banten. Secara bentuk hukum, Bank Banten ini sudah menjadi badan usaha milik daerah, sudah menjadi perusahaan perseroda sejak akhir tahun 2023,” jelasnya.
Dari sisi kinerja, lanjut Busthami, Bank Banten menunjukkan tren positif yang mana akhir 2023 sudah membukukan profit Rp 26,9 miliar, di akhir 2024 menjadi Rp 39,3 miliar.
“Alhamdulillah posisi itu terus kita pertahankan, terakhir di semester 1 tahun 2025 bottom line kita jauh lebih baik dari laba bersih yang kita kumpulkan di Juni tahun 2024,” ungkapnya.
Selain kinerja keuangan, Bank Banten juga telah melengkapi berbagai produk dan layanan perbankan modern seperti Bank umum lainnya.
“Disamping itu kita juga ada kerjasama dan sinergi bisnis dengan Bank Jatim dan beberapa institusi perbankan lainnya,” ujarnya.
Dengan kesiapan dari sisi kelembagaan, keuangan, hingga layanan perbankan, Busthami berharap Pemkot Cilegon dapat mendukung langkah strategis ini.
Menurutnya, penempatan RKUD di Bank Banten tidak hanya memperkuat posisi Bank Banten, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi daerah.
“Penempatan RKUD di Bank Banten bukan hanya memperkuat posisi Bank Banten, tapi juga bagian dari upaya bersama membangun kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya.
Sementara, Walikota Cilegon Robinsar menyatakan, pertemuan tersebut baru sebatas silaturahmi. Pertemuan tadi, dijelaskannya, bentuk diskusi dan saling bertukar pikiran.
“Tadi diskusi dan bertukar pikiran dan memaparkan produk produk bank-nya, pengalaman yang dilakukan dengan kota/kabupten lain,” ucapnya.
Robinsar mengaku pertemuan itu baru sebatas pertemuan awal. Prinsipnya, ia mendukung kemajuan Bank Banten.
Saat ini, kata Robinsar, dia tengah fokus membenahi BUMD Pemkot Cilegon yakni BPRS Cilegon Mandiri. Ia mengaku masih konsen untuk meningkatkan kinerja BPRS-CM untuk menjadi bank pembiayaan yang stabil dan sehat.
“Kita melihat, Bank Banten kan bank lokal, saya setuju tentunya perlu disupport bareng-bareng. Tetapi kita sama-sama tahu, kita juga punya BPRS-CM. sekarang sedang kita panselkan, dan kedepan ada direksi baru. Harapan kami BPRS CM ini kalau bisa stabil, dan bisa sehat, kenapa tidak kita kelola sendiri RKUD,” pungkasnya. (Ully/Red)

