20.1 C
New York
Senin, Juli 27, 2026
BerandaPeristiwaBarantin Lakukan Kampanye Ring Vaksinasi di Lima Provinsi Menuju Indonesia Bebas PMK 2035

Barantin Lakukan Kampanye Ring Vaksinasi di Lima Provinsi Menuju Indonesia Bebas PMK 2035

-

LAMPUNG, SSC – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakukan Kampanye Ring Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di lima provinsi di Indonesia. Gerakan kampanye ini dilakukan di Lampung Sumatra Utara, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Kepala Barantin Sahat M. Panggabean mengatakan, kampanye ring vaksinasi PMK dilakukan untuk menjalankan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan mencegah tersebarnya penyakit. Program ini juga dilaksanakan untuk mendukung terwujudnya Indonesia bebas PMK pada tahun 2035.

“Kampanye ring vaksinasi yang serentak kami lakukan di lima provinsi ini dan Lampung menjadi tempat pencanangannya, merupakan dukungan Barantin untuk mewujudkan Indonesia kembali bebas PMK pada tahun 2035,”kata Sahat dalam sambutannya secara daring, Lampung, Selasa (20/5/2025).

“Saya apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi melakukan aksi ini. Melalui ring vaksinasi ini untuk menjamin kesehatan hewan ternak sebelum dilalulintaskan ke daerah lain,” sambungnya.

Sahat menjelaskan, kegiatan yang bertemakan “Lakukan Vaksinasi Sebelum Melalulintaskan Hewan” berlangsung selama tiga hari, 20-22 Mei 2025. Kegiatan ini salah satu upaya kolaboratif dalam rangka mencegah penyebaran dan pengendalian penyakit strategis, PMK, di Indonesia. Di mana Pemerintah menargetkan program vaksinasi tahun 2025 untuk zona kuning sebanyak 6,7 juta dosis, zona merah sebanyak 13 juta dosis, dan zona hijau sebanyak 0 dosis.

“Hari ini, Barantin mendukung dan berkontribusi secara nyata dengan menargetkan 3.000 dosis vaksin PMK,” imbuh Kepala Barantin.

Deputi Bidang Karantina Hewan Sriyanto menerangkan, tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina sebagai bentuk pelindungan sumber daya alam hayati. Kemudian kegiatan juga untuk meningkatkan kesadaran peternak akan pentingnya vaksinasi, meningkatkan peran serta pemangku kepentingan, melindungi atau memberi kekebalan ternak sapi dari infeksi PMK, dan menurunkan angka kejadian PMK di daerah target.

“Daerah target merupakan populasi sapi potongnya relatif besar dan berkontribusi nasional mencapai sebanyak 60%. Selain itu, berdasarkan zona pengendalian PMK, kategori zona merah meliputi Lampung, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Zona kuning meliputi Pulau Sumatra, Sulawesi, Kalimantan. Sedangkan zona hijau meliputi Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku. Vaksinasi juga untuk memastikan hewan ternak untuk kurban sehat sebelum dilalulintaskan antarpulau,” urai Sriyanto.

Sriyanto sependapat bahwa kampanye ini perlu sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. “Harapannya kegiatan bisa berlangsung di daerah lainnya, terutama daerah yang sudah tertular PMK,” jelasnya.

Diketahui kampanye Ring Vaksinasi PMK di wilayah Provinsi Banten dilaksanakan di Inti Reksa Sejahtera (IRS) Farm di Jl. Raya Labuan Carita, Kubang Barat Pejamben Carita, Kabupaten Pandeglang. Di lokasi in I dilaksanakan vaksinasi terhadap total 60 ekor sapi dan kerbau yang diberi vaksin PMK dan juga ada yang diberi vitamin.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Banten, Duma Sari mengatakan jka kampanye ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan masuk, keluar dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina sebagai bentuk perlindungan negara.

“Saya mengajak seluruh jajaran dan seluruh instansi dan pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama mencegah penyebaran dan pengendalian penyakit mulut dan kuku dengan melakukan vaksinasi sebelum melalulintaskan hewan,” papar Duma.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Wahyu Widiyanti menjelaskan, kolaborasi dengan Karantina Banten ini menjadi upaya serius dalam menangulangi penyakit mulut dan kuku di wilayah Pandeglang.

“Mari semua masyarakat Pandeglang dan Provinsi Banten kita cegah PMK dengan melakukan vaksinasi terhadap ternak, agar tidak menimbulkan dampak serius dan menggangu perekonomian para peternak,” terang Wahyu. (Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen