Foto Ilustrasi

CILEGON, SSC – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon akan memberikan sanksi tegas kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan menonaktifkan akun Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang telat menggungah paket lelang ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaaan (SIRUP) di waktu yang telah ditentukan pada Jumat (25/9/2020).

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Mariano mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melayangkan surat kepada seluruh OPD pada 1 September lalu, untuk segera melakukan perubahan informasi paket lelang dengan batas waktu yang ditentukan.

“Surat sudah kami (Barjas Setda Cilegon,red) layangkan kepada semua OPD agar di Jumat (25/9/2020) untuk mengunggah paket lelang ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaaan (SIRUP). Apabila nanti batas waktunya telah habis, para OPD yang mau menggungah paketnya harus meminta persetujuan Sekda (Sekretaris Daerah) dulu. Tapi kalau hanya memperbaiki data yang kurang tinggal sampaikan kepada kami,” kata Mariano, Kamis (24/9/2020).

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Ia berharap data tersebut segera diunggah ke Sirup. Karena bilamana belum mengunggah maka paket tidak dapat diellangkan.

“Kalau tidak upload ke Sirup mereka tidak bisa melaksanakan paketnya, karena ketika sudah input ke Sirup akan dapat kode paket,” harapnya.

Sejak April 2020 lalu pada awal pandemi Covid-19, kata dia, sejumlah anggaran untuk paket pengadaan barang dan jasa harus dialihkan untuk kepentingan penanganan Covid-19. Sementara informasi paket pengadaan yang telah diupload oleh masing-masing OPD sebelum adanya kebijakan pergeseran anggaran.

“Total paket yang sudah diupload ke Sirup sebelum Covid-19 sebanyak 2.828, jika menginput kembali semuanya angka itu bisa terkoreksi, jadi mana saja yang batal karena Covid-19 mana yang tetap dilanjutkan,” ujar Mariano.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Ia menuturkan, sebanyak 2.828 paket lelang telah diinput ke Sirup. Sedangkan 599 paket yang telah selesai dilelangkan, 45 lainnya masih dalam proses.

Sementara itu Walikota Cilegon Edi Ariadi pun sudah mengingatkan OPD untuk menginput data ke dalam Sirup.

“Sudah dirapatin juga, mungkin itu lupa,” pungkasnya. (Ully/Red)