CILEGON, SSC – Sejumlah warga Cilegon rela antre panjang untuk mendapatkan harga bawang putih dengan harga murah pada Operasi Pasar (OP) yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten dengan kerjasama Toko Tani Indonesia yang digelar di Pasar Kelapa atau Blok F, Kota Cilegon, Rabu (19/2/2020).
Dalam operasi pasar ini, bawang putih hanya dijual dengan harga Rp 32 ribu per kilo. Harga ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga biasanya dengan harga Rp 60 hingga Rp 65 ribu per kilo.
Informasi yang berhasi dihimpun Selatsunda.com warga setempat maupun para pedagang di Pasar Kelapa sudah mulai antre sejak pukul 09.00 WIB. Dan baru berjalan setenggah jam, bawang putih yang dibawa sekitar 900 kilo, langsung diserbu warga.
Kepala pasar UPTP Pasar Blok F atau Pasar Kelapa E Dani Rachmat mengatakan, operasi pasar yang digelar untuk mensiasati meroketnya harga bawang putih yang sudah mulai terjadi sejak beberapa bulan lalu akibat pembatasan barang Import akibat virus Corona.
“Jadi karena virus Corona ini, semua kiriman barang impor termasuk bawang putih stoknya di kurangi. Makannya terjadi kelangkapan barang. Nah, karena kelangkaan itu membuat bawang putih hampir di seluruh Indonesia mengalami kenaikan yang mencapai harga Rp 60 hingga Rp 65 ribu per kilo,” kata Dani kepada Selatsunda.com dikonfirmasi,”
Ia belum mengetahui operasi pasar tersebut apakah akan digelar kembali untuk menekan tingginya harga bawang putih di Kota Cilegon.
“Kami (UPT Pasar Blok F) sih enggak tahu apa operasi pasar bawang putih ini terus berlanjut. Karena, prinsipnya kita hanya menerima kabar dari provinsi. Tapi, yang jelas dengan OP ini dapat membantu pedagang dan masyarakat untuk dapat membeli bawang putih dengan harganya yang cukup murah dan terjangkau,” ucapnya.
Ia berharap, pemerintah dapat menggelar kembali operasi pasar guna menekan tingginya harga bawang putih yang meresahkan masyarakat maupun penjual. (Ully/Red)

