Ketua Bawaslu Cilegon, Siswandi diwawancarai di kantornya, Senin (18/5/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cilegon mengingatkan agar kepala daerah tak main-main dengan penggunaan dana penanganan bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Apalagi anggaran itu dipolitisasi untuk kepentingan calon kepala daerah petahana.

Disampaikan Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi menegaskan potensi penyelewengan anggaran penanganan Covid-19.

Lebih lanjut, kata dia, anggaran tersebut bukan untuk dipolitisasi tetapi utamanya dianggarkan untuk membantu warga yang terkena dampak Covid-19.

Realokasi anggaran atau recofusing untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 76 miliar, menurutnya, sangat rawan diselewengkan. Apalagi pada Pilkada 2020 ini, anggaran bisa salahgunakan untuk menaikan elektabilitas calon kepala daerah petahana.

“Agar mencegah terjadinya kejadin ini, maka kami telah melayangkan Surat Himbauan kepada Walikota Cilegon Nomor 008/K.BT-05/HK.00.02/V/2020 tentang penyalahgunaan anggaran Covid-19 agar tidak digunakan untuk menguntungkan diri sendiri. Surat imbauan ini sudah kami serahkan ke Pak Walikota (Edi Ariadi) pada dua minggu lalu,” kata Siswandi di temui di kantornya, Senin (18/5/2020).

Ia menjelaskan, peruntukan anggaran untuk bantuan warga terdampak dapat benar-benar tepat sasaran dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan sendiri.

“Saya tekankan bansos ini rawan sekali dimanfaatkan untuk kepentingan pilkada. Apalagi momentumnya sekarang mau pemilu. Harus benar-benar diawasi,” jelas Siswandi.

Dengan surat imbauan tersebut, lanjutnya, kepala daerah dapat benar-benat memperhatikan peruntukan anggaran penanganan Covid-19. Bawaslu Kota Cilegon akan tetap mengawasi pengelolaan anggaran tersebut secara ketat. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here