CILEGON, SSC – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon meresmikan sekolah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” Jumat (15/12/2023). Turut menghadiri peresmian sekolah NKRI yakni Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Dodot Adikoeswanto, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Jalu Yuswa Panjang dan Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Yosafat Rizanto.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Dodot Adikoeswanto mengapresiasi diresmikanya sekolah literasi dan pojok literasi di Lapas Kelas IIA Cilegon.  Sekolah literasi merupakan suatu wadah bagi para warga binaan (WB) untuk bisa menambah dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan selama berada di dalam lapas.

“Sangat luar biasa pembinaan yang dilakukan oleh penjaga di Lapas Kota Cilegon. Di mana, ada sekolah NKRI dan pojok literasi. Adapun untuk pojok literasi, agae para napi yang ada di sini bisa memiliki skil sehingga ketika keluar dari Lapas Cilegon, mereka bisa meningkagka  wawasan dan bisa memahami pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Dodot kepada Selatsunda.com.

Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Yosafat Rizanto menjelaskan, Sekolah NKRI dan Pojok Literasi ini untuk memberikan kemudahan kepada warga binaan agar bisa memperoleh berbagai pendidikan dan informasi atau berita yang layak selama menjalani masa pidana di dalam Lapas.

“Jadi hasil database Permasyarakatan, napj yang tidak lulus SD ada 135 orang, tidak sekolah sebanyak 26 orang. Yang memiliki ijazah SD yaitu sebanyak 357 orang, ijazah SMP sebanyak 460 orang, ijazah Madrasah Tsanawiyah sebanyak sebanyak 11 orang, STM ada 82 orang, ijazah SMA sebanyak 579 orang, kemudian SMK sebanyak 112 orang dan yang terakhir Madrasah Aliya sebanyak 11 orang,” urainya.

Senada dengan Yosafat, Kasie Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Cilegon, M Yudha Triwangga mengungkapkan sekolah NKRI merupakan wadah bagi para napi untuk bisa mengikuti sekolah paket A, B dan C. Selain itu, dengan pojok literasi digital ini, napi di Cilegon bisa mengakses buku secara digital dengan dilengkapi 3 unit komputer dan langsung terhubung dengan Perpusnas Nasional.

“Karena harus sejalan dengan tujuan bangsa, bawasanya kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan ini menjadi agenda negara dalam mengembangkan SDM khususnya napi  Cilegon. Jadi, mereka lebih mudah membaca buku yang mana I minggu sekali, tapi dengan pojok literasi ini, napi bisa baca bulu setiap hari,” pungkasnya. (Ully/Red)