Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon melakukan monitoring ke usaha ayam geprek Berkah Fried Chicken di Jalan Kaligandul, Lingkungan Kubang Welingi, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Selasa (21/11/2023). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Program inkubasi Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon tampaknya memberi manfaat yang besar bagi pelaku UMKM. Ini dirasakan oleh pasangan suami istri, Rouf Fatullah dan Irmawati. Warga asal Kota Cilegon yang berjualan Ayam Geprek sejak 2018 ini kini mulai meraih sukses. Keduanya pada Tahun 2023 ini telah membukukan omset dari hasil jualannya berkisar Rp 25-30 juta perbulannya.

Sang suami Rouf mengaku, bergabung dalam program inkubasi Dinas Koperasi dan UMK Cilegon pada 2022 lalu. Dalam program itu, ia dan istrinya menerima banyak manfaat. Mulai dari diarahkan untuk memenuhi aspek legalitas usaha hingga diajarkan cara memasarkan produk dengan digital marketing.

“Untuk di inkubasi, kita diarahkan. Untuk sertifikat halalnya, kemudian legalitasnya, itu diarahkan,” ucap Rouf ditengah Dinkop dan UMK Cilegon melakukan monitoring ke tempat usahanya di Jalan Kaligandul, Lingkungan Kubang Welingi, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Selasa (21/11/2023).

“Kemudian kita juga diajarkan digital marketing, bagimana memasarkan produk di media sosial,” sambungnya.

Baca juga  Pemkot Cilegon Kumpulkan OPD Benahi SOP Perizinan di Mal Pelayanan Publik

Rouf mengaku, usaha yang dijalaninya sempat diterpa pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Namun berkat kerja keras dan program inkubasi, usaha ayam gepreknya bertahan kemudian mulai bangkit dan sukses hingga saat ini.

Sang Istri Irmawati menceritakan, dia melakoni usaha ayam geprek bersama suami untuk mengisi kekosongan waktunya karena telah berhenti kerja. Awalnya saat membuka usaha, omset yang diperoleh mencapai 400-500 ribu perbulan. Namun lapak ayam geprek dengan nama brand Berkah Fried Chicken yang dirintisnya lima tahun silam tersebut telah membukukan omset Rp 25-30 juta perbulannya.

Ia bercerita mendapat banyak manfaat dari program inkubasi yang diberikan Dinkop UMK Cilegon yang diikutinya.

“Banyak manfaatnya untuk kita. Diberikan pelatihan tentang banyak hal,” paparnya.

Pasutri ini memiliki komitmen membuka usaha ayam geprek untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Keduanya berkomitmen pada setiap hari Jumat mengadakan makan gratis untuk anak yatim piatu. Mereka juga ingin usaha kuliner yang dijalani dapat mengangkat nama Kota Cilegon.

“Kita membangun usaha ini untuk membantu masyarakat sekitar disini. Kita juga ada Jumat Berkah, kita adakan untuk anak-anak yatim,” papar Rouf.

Baca juga  Perumda Cilegon Mandiri Bisnis Air Kemasan, Komisi III DPRD Cilegon Ingatkan Pelayanan Utama Jangan Terlupakan

“Kemudian kita ingin besar juga, Cilegon besar juga. Kita ingin ada UMKM dari Cilegon sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, Didin S Maulana mengatakan, usaha ayam geprek yang dijalani Rouf dan Irmawati merupakan satu mitra binaan dari 120 pelaku UMKM di Cilegon yang mengikuti program inkubasi. Pemilik usaha Berkah Fried Chicken tersebut karena telah mengikuti pelatihan dan pendampingan, kata Didin, saat ini dilakukan evaluasi atau monitoring.

“Sekarang ini yang salah satunya, kita monitoring,” tuturnya.

Didin menjelaskan, setiap pelaku UMKM yang mengikuti program inkubasi menjalankan kewirausahaan dibantu oleh pihaknya. Mulai dari perencanaan usaha, pembukuan, pemasaran produk baik digital marketing dengan kontent, teknis produksi dan hal lainnya. Bahkan jika membutuhkan bantuan modal juga turut dibantu pihaknya.

“Jadi semuanya. Mulai dari perizinan, proses produksi, kaitan dengan kemasan. Begitu juga permodalannya,” paparnya. (Ronald/Red)