Caleg PAN Kota Cilegon, Rahmatulloh kembali memberi bantuan kepada warga yang rumahnya tidak layak huni di Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Cilegon, Selasa (21/11/2023). Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cilegon, Rahmatulloh marathon membantu warga yang tidak mampu. Setelah beberapa kali membantu rumah warga yang tidak layak huni, kali ini Rahmatulloh datang memberi bantuan kepada warga di Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Cilegon, Selasa (21/11/2023).

Mantan Anggota DPRD Kota Cilegon tiga periode ini datang mengunjungi rumah milik Sri Hartini (51). Rahmatulloh miris melihat kondisi rumah Sri Hartini yang jauh dari kata layak. Terutama ruang dapur dan kamar mandi dalam keadaan memprihatinkan.

Caleg PAN dari Dapil I Jombang-Purwakarta ini mengaku prihatin. Ia turun ke lokasi memberi bantuan setelah sebelumnya mendapat informasi dari RT setempat. Ia datang semata-mata membantu demi kemanusiaan.

“Saya di info dari RT dan masyarakat ternyata masih banyak di lingkungan Jombang ini yang kondisi rumah tidak layak huni seperti ini. Kalau saya hanya, seperti biasa soal kemanusiaan saja terhadap masyarakat yang sesungguhnya butuh perhatian dari pemerintah dan lembaga-lembaga yang memang menangani seperti Baznas,” ujar Rahmatulloh di lokasi.

Rahmatulloh menuturkan, jika prosedur pemerintah ataupun Baznas dalam memberikan bantuan selama ini dianggap terlalu lama. Hal itu otomatis membuat mereka yang mengajukan permohonan kesulitan mendapat bantuan. Apalagi jika mereka yang memohon tidak masuk sebagai penerima bantuan.

Baca juga  2 Dokter dan 6 Paramedis Kota Cilegon Diturunkan untuk Jadi Petugas Kesehatan Calhaj di Mekkah

Ia berharap kepada pemerintah atau lembaga pemberi bantuan dapat menindaklanjuti warga yang rumahnya tidak layak huni seperti Sri Hartini.

“Mohon kebijakan pemerintah maupun lembaga sosial ataupun perusahaan dalam hal ini juga ada Baznas, ketika ada informasi ataupun warga masyarakat yang rumah tidak layak huninya yang betul-betul harus mendapatkan bantuan, segera ditindaklanjuti,” paparnya.

Ia mengungkapkan, memang setiap prosedur mengajukan bantuan seperti rutilahu ada mekanismenya tetapi jangan terlalu lama. Jika terlalu lama yang diberatkan adalah warga yang memohon. Apalagi di musim penghujan, rumahnya sudah ambruk dan roboh.

“Ini apalagi kondisinya dinding sudah rusak lebih parah dari yang kemarin di Purwakarta kan. Nah ini butuh sentuhan-sentuhan orang-orang yang memang niatnya ikhlas dan peduli,” paparnya.

“Dan saya kira terhadap semua caleg yang ada di sini juga gak ada masalah memberikan bantuan pada orang-orang seperti ini. Jangan cuma mau suaranya saja tapi gak ada kepeduliannya. Gak harus saya, yang lain juga boleh, gambarnya banyak di sini,” sambungnya.

Bagi Rahmatulloh, kegiatan bantuan untuk Rutilahu ini bukan baru sekali dua kali yang dilakukannya. Tapi jauh sebelumnya ketika ada laporan masyarakat, saat menjabat sebagai anggota Dewan ataupun saat ini hanya caleg, mudah-mudahan dapat membantu masyarakat saat ia ada rejeki seadanya.

Baca juga  Cilegon Butuh Anggaran Rp 113,6 Miliar Rampungkan Medical Center Lantai 5 RSUD Cilegon

“Kalau saya ada rejeki, ya Insya Allah saya akan membantu masyarakat. Intinya terhadap pemerintah, terhadap inasosial ataupun Perkim dan lembaga seperti Baznas harus cepat tanggap,” terangnya.

Menurutnya, penting untuk terus mendorong respons cepat dan efektif dari pemerintah serta lembaga sosial dalam menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Semoga upaya kita dan tim dapat memberikan dampak positif bagi mereka yang membutuhkan bantuan,” pungkasnya.

Sementara, Sri Hartini terharu dengan kedatangan Rahmatulloh., Ibu paruh baya beranak empat ini senang telah dibantu oleh Caleg meringankan beban hidupnya.

“Makasih banyak telah peduli kepada saya, melalui RT. Sebelumnya juga sudah diupayakan untuk bantuan RTLH, namun hingga kini belum terealisasi,” ungkapnya.

Ia mengaku, selama ini pasrah dengan kondisi rumahnya terutama untuk ruang dapur dan kamar mandi. Bilamana hujan, ia pasrah. Yang bisa dilakukan jika terjadi bocor hanya bisa ditutupi dengan payung seadanya.

“Kalau hujan sudah saja. Mau numpang ke tetangga malu. Ya seadanya saja pakai payung,” tuturnya. (Ronald/Red)