Desain Climbing Wall di Alun-alun Cilegon. (Sumbet Fotografis Disperkim Cilegon)

CILEGON, SSC – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Cilegon bakal membangun fasilitas hobi/komunitas dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Cilegon. Fasilitas publik yang masuk dalam 2 janji politik Walikota dan Wakil Walikota, Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta akan dibangun dengan APBD 2021 dengan nilai Rp 390 Juta.

Kepala Bidang ( Kabid) Sarana dan Arsitektur Kota pada Dinas Perkim Cilegon, Edi Hendarto menjelaskan, pembangunan sarana publik tersebut meliputi pembangunan sarana hobi Climbing Wall Rp 190 juta dan pembangunan Taman Kelurahan Cibeber Rp 200 juta.

“Untuk janji kampaye Helldy-Sanuji yang berada di naungan Disperkim Cilegon baru bisa dua janji kampaye saja yang bisa kita wujudkan dengan anggaran yang dihabiskan senilai Rp 390 juta,” kata Edi kepada Selatsunda.com, Kemarin.

Baca juga  Pemkot Cilegon Kumpulkan OPD Benahi SOP Perizinan di Mal Pelayanan Publik

Edi menjelaskan, Climbing  Wall rencananya akan dibangun di Alun-alun Kota Cilegon sedangkan untuk pembangunan Taman Kelurahan Taman Cibeber dibangun di Griya Praja Mandiri. Untuk Taman Kelurahan Cibeber memilik luas 800 meter persegi.

“Kemungkinan dua proyek pembangunan ini meleset dari 100 hari Helldy-Sanuji. Mengingat dua pekerjaan ini tidaklah mudah. Kami sendiri targetkan dua pembangunan ini baru rampung di akhir Juni 2021 mendatang,” jelas Edi.

Selain dua fasilitas itu masih kata Edi, beberapa janji kampaye Helldy-Sanuji yang akan dikerjakan Disperkim sebanyak 32 proyek pembangunan. Beberapa yang akan dibangun pada 2022 mendatang diantaranya, pembangunan Taman  Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber dan Taman Kecamatan Purwakarta.

“Kalau dua taman kecamatan ini kan sifatnya hanya melanjutkan proyek yang mangkrak. Kemungkinan akan dikerjakan di 2022 mendatang. Mengingat anggaran sendiri tidak kecil. Untuk membangun taman di Kecamatan Cibeber saja membutuhkan anggaran sebesar Rp 3,3 miliar sedangkan untuk taman di Kecamatan Purwakarta anggaranya sebesar Rp 900 juta,” bebernya.

Baca juga  Perumda Cilegon Mandiri Bisnis Air Kemasan, Komisi III DPRD Cilegon Ingatkan Pelayanan Utama Jangan Terlupakan

Diakui Edi, lambatnya pembangunan dua pembangunan tersebut, lantaran  pembangunan taman Kecamatan Cibeber saat ini masih dalam tahap evaluasi HPS oleh ULP Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda. Sementara untuk Taman Kecamatan Purwakarta saat ini masuk tahap pengadaan.

“Yah kita minta keringanan waktu oleh pimpinan. Karena, dalam pembangunan itu gak perlu terburu-buru. Karena kalau terburu-buru pasti hasilnya gak memuaskan. Kita sendiri justru memperhatikan kualitas, kuantitas pekerjaan yang kita kerjakan. Enggak langsung begitu aja,” pungkas Edi. (Ully/Red)