Manusia silver saat di salah satu lampu merah di Kota Serang, Belum lama ini. (Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com)

SERANG, SSC – Manusia silver kini  menjamur di sudut-sudut lampu merah di Kota Serang. Mirisnya sebagian dari mereka adalah anak-anak.

Ketua Forum Anak Banten, Muhammad Faris Faisal, merasa prihatin dengan kondisi  manusia silver di Serang. Terlebih manusia yang badannya dicat silver kebanyakan masih tergolong bocah. Mereka bergantung rejeki dari pengendara yang berhenti di lampu merah dengan bekerja menjadi patung.

“Anak-anak yang menjadi manusia silver ini bisa jadi penyebabnya karena putus sekolah atau kondisi ekonomi keluarganya. Terlebih di masa pandemi  ovid-19 seperti ini,” katanya kepada awak media, Belum lama ini.

Menurut Faisal, seharusnya para anak-anak mempunyai waktu untuk bermain dan belajar. Namun karena berbagai faktor, akhirnya anak-anak itu terpaksa untuk bekerja.

“Sayang sekali, padahal usia anak itu seharusnya bersekolah, bermain bersama teman-teman, berkumpul bersama keluarga dan kegiatan lainnya. Bukan bekerja,” ujarnya.

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

Ia meminta Dinas Sosial (Dinsos) di Serang bisa menangani masalah mamusia silver. Mereka diusianya semestinya mendapat hak pendidikan, perlindungan dan hak bermain.

“Peran fungsi forum anak terkait manusia silver ini belum bisa bertindak secara langsung. Jadi kami mungkin hanya bisa mengadakan pertemuan dan mengobrol bersama Dinsos, untuk membahas fenomena manusia silver ini,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Kusna Ramdani membenarkan manusia silver menjamur di ibu kota Banten. Kata dia, mereka yang sempat terjaring kebanayakan anak-anak yang duduk di bangku SD atau SMP.

Dia menilai, maraknya anak-anak bekerja menjadi manusia silver karena sekolah yang dalam jaringan (daring). Sehingga, aktifitas tidak terkontrol dan akhirnya turun di jalan.

“Adanya remaja yang terjaring. Ada anak-anak juga,” ucapnya.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

Guna melakukan penertiban, dirinya akan mengerahkan anggotanya untuk menjaring manusia silver. Dengan menempatkan 2 personel di masing-masing lampu merah di sepanjang jalan protokol. Sementara untuk lampu merah yang tidak diawasi Satpol PP, ia mengaku akan melakukan patroli.

“Belum sempat menempatkan anggota karena keterbatasan anggota. Tapi solusinya ada anggota yang menggunakan mobil patroli yang mutar,” tambahnya.

Ia berharap, kepada masyarakat untuk tidak memberikan imbalan kepada manusia silver agar tidak kembali bekerja. Karena dengan terus memberi imbalan, keberadaan manusia silver akan tetap ada.

“Jangan memberi (uang) di tempat itu (lampu merah), baik manusia silver, pengemis maupun anak jalanan. Bukan melarang sodakoh, kan ada tempatnya kalau mau sodakoh ada masjid ada yayasan yatim piatu, kan sama aja,” pungkasnya. (SSC-03/Red)