BPK Banten Sambangi Pemkot Cilegon Terkait Pemeriksaan Laporan Keuangan," Selasa (29/1/2024). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Banten menyambangi Pemerintah Kota Cilegon, Senin (29/1/2024). Kedatangan BPK Banten ini untuk menjalani pemeriksaan Laporan Keuangan Pemkot Cilegon Tahun 2023.

Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Penanggung Jawab Pemeriksaan BPK RI Banten, Junaidi. BPK Banten diterima oleh Sekda Kota Cilegon, Maman Mauludin, Kepala Insperktorat Cilegon, Mahmudin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon, Dana Sujaksani.

Wakil Penanggung Jawab Pemeriksaan BPK RI Banten, Junaidi menyatakan, ada beberapa hal kaitan dengan pemeriksaan yang akan dilakukan pihaknya kepada Pemkot Cilegon. Beberapa diantaranya menyangkut kinerja keuangan, hibah dan aset.

“Pemeriksaan kita (BPK) mulai pada hari ini, Senin (29/1/2024) hingga Selasa (27/2/2024) mendatang terhadap keuangan, belanja modal sampai barang dan jasa serta aset Pemkot Cilegon,” kata Junaidi kepada Selatsunda.com.

Baca juga  Seleksi Calon Paskibraka Cilegon 2024 Dijamin Tak Ada Titipan

Junaidi menjelaskan, berkaca dari pemeriksaan sebelumnya, BPK RI Banten memberikan catatan kepada Pemkot Cilegon. Diantaranya, pengurusan aset yang belum tuntas hingga persoalan lainya. Untuk itu, ia menyarankan, agar OPD di Cilegon dapat menginventarisir aset sesuai anggaran yang ada. Tak hanya itu, jika gedung di pemerintahan harus mengantongi IMB.

“Semestinya di cicil agar tidak ada temuan. Kalau gedung pemerintahannya belum mengantongi IMB, itu yang harus ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Cilegon, Mahmudin, menjelaskan, selama beberapa bulan BPK RI akan melakukan pemeriksaan semua laporan keuangan hingga catatan aset milik OPD di Pemkot Cilegon dari Januari hingga Desember 2023.

“Memang aset dan keuangan daerah masih jadi perhatian BPK. Kenapa aset? karena, aset itu setiap tahun pasti bertambah. Di mana, di dalam anggaran itu ada belanja modal. Nah, di belanja modal itu pasti ada pembelian aset bergerak dan aset tidak bergerak. Kalau pun tidak mau ada catatan, dari bidang asetlah musti melakukan recon di setiap bulan. Jika recon dilakukan, otomatis tidak akan ada catatan BPK,” urai Mahmudin. (Ully/Red)