Ratusan buruh berbagai serikat di Kota Cilegon melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Cilegon, Rabu (24/11/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Buruh Kota Cilegon mengaku kecewa dan menolak rekomendasi kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2022 yang diusulkan Walikota Cilegon, Helldy Agustian. Hal itu terungkap dari pertemuan buruh dengan Walikota Cilegon Helldy Agustian, Selasa (23/11/2021) malam.

Buruh mengaku sangat kecewa sekali dengan hasil rekomendasi UMK 2022 yang memutuskan kenaikan UMK 2022 Kota Cilegon sebesar 0,71 persen atau kisaran Rp 30.000 dari UMK 2021.

“Jadi semalam kita tolak rekomendasi. Rekomendasi walikota itu membuat buruh tersakiti dan terzolimi oleh pak wali. Saya sampaikan itu semalam,” ujar Ketua Forum Serikat Pekerja Serikat Buruh atau SPSB Kota Cilegon Rudi Sahrudin disela aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Wlaikota, Hari ini, Rabu (24/11/2021).

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Kita kecewa berat, sakit hati atas rekomendasi yang menggunakan PP 36 Tahun 2021,” ucapnya.

Buruh kecewa karena menuntut kenaikan UMK 2022 Cilegon 13,5 persen. Namun masukan tersebut tidak digubris oleh orang nomor satu di Kota Cilegon itu.

“Kita menuntut 13,5 persen sementara pakar pengupahan itu mengusulkan 3,51 persen. Semestinya pak walikota bisa mengambil keputusan bijak tetapi ini diabaikan,” tuturnya.

Rudi menuding, Walikota Helldy memutuskan itu karena takut dikenakan sanksi dari Pemerintah Pusat bila mengikuti tuntutan buruh. Ada alasan Walikota yang menyebut khawatir bila tidak sesuai aturan pemerintah maka jabatannya akan dicopot.

Walikota semestinya tidak membuat keputusan yang tidak pro dengan buruh. Justru dengan rekomendasi yang sudah dikeluarkan, Walikota dinilai telah mengkhianati buruh sebagai rakyatnya.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

“Harusnya ini kesempatan walikota untuk menjalin hubungan, dia kan menjabat 5 tahun. Harusnya dia peduli dengan buruh Cilegon,” tandasnya.

Menurut Rudi, Walikota Helldy dianggap belum siap menjadi pemimpin Kota Cilegon karena takut mengambil keputusan yang pro dengan buruh.

“Walikota harusnya berpikir luas. Jangan beliau itu pokoke aturan, nanti kena sanksi, dipecat jadi walikota, apakah seperti itu pemimpin? Kalau beliau mencalonkan dan jadi walikota semestinya siap. Siap mengambil kebijakan sebijak-bijaknya dan seadil-adilnya untuk kita,” tegasnya.

Sementara, Walikota Cilegon, Helldy Agustian coba dihubungi masih belum dapat dikonfirmasi. Pesan pendek yang dituju belum direspon. (Ronald/Red)