CILEGON, SSC – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menjadi berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat Kota Cilegon. Beberapa diantara yang ikut dalam tahapan pelipatan kertas suara mengaku terbantu penghidupannya.
Seperti yang dirasakan oleh Efrita Ratna Nuraeni (29), warga asal Lingkungan Pekucen Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon. Di saat sang suami menjadi korban pandemi COVID-19 karena diberhentikan perusahaan, ibu rumah tangga ini mengaku bersyukur bisa menyambung kehidupan keluarganya sebagai pelipat surat suara.
“Alhamdulilah ada pilkada di tahun ini. Lumayan aja uangnya bisa buat dapur ngebul. Apalagi dengan kondisi corona ini suami saya dipecat sama kantornya,” kata Efrita kepada Selatsunda.com usai pelipatan surat suara di Kantor KPU Cilegon,” Senin (1/12/2020).
Ia mengaku, bekerja sebagai pelipat surat suara baru pertama dijalaninya. Meski lelah, pekerjaan yang dilakukannya tetap tuntas sesuai target yang ditetapkan.
“Baru pertama kali ikutan begini. Lumayan capek sih dimulai dari jam 08.00 WIB pagi sampai pukul 16.00 WIB. Karena harus cepat juga biar bisa dikirim ke masing-masing TPS (tempat pemungutan suara),” ujarnya.
Senada dengan Efrita, petugas pelipat surat suara lainnya, Ayi Sohriatul (20) juga mengaku hal yang sama. Dengan kerja sampingan sebagai pelipat kertas suara, mahasiswi di salah satu kampus swasta di Kota Serang ini bisa mendapat uang tambahan.
“Lumayan dan Alhamdullilah. Dapat uang tambahan dari hasil melipat surat suara. Uangnya bisa nambah-nambah buat jajan dan beli kuota internet. Meskipun pegel sih duduk tapi pekerjanya menuntut kita untuk teliti dan berhati-hati,” ujar Ayi.
Soal penghasilan yang diterima dari melipat surat suara, Ayi mengaku belum mengetahui besaran nilainya. Meskipun demikian, ia tetap mensyukuri atas berkat pekerjaan yang dijalaninya.
“Enggak tau juga sih berapa dapatnya. Tapi lumayan ajalah nyari uang sekarang susah apalagi kondisi corona sekarang,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris KPU Kota Cilegon Adhytiya Chandra menerangkan, jika upah untuk pelipatan dihargai Rp 130 per lembar surat suara. Dalam Pilkada Cilegon ini, keseluruhan surat suara disiapkan KPU Cilegon sebanyak 306.844 lembar.
“Per lembar surat suara kita (KPU Cilegon) hargai Rp 130 perak. Pelipatan surat suara dimulai dari pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 16.00 WIB. dan shift kedua dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB dini hari. Kita (KPU) kejar target besok atau lusa sudah selesai pelipatan dan penyortiran surat suara. Karena setelah itu surat suara akan dikirim ke masing-masing TPS,” pungkasnya. (Ully/Red)

