Suasana Car Free Day di Kota Cilegon. Foto : Dokumentasi Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Car free day (CFD) di Kota Cilegon akan dibuka pada Minggu 5 September 2021. CFD sempat ditutup sementara karena Kota Cilegon ditetapkan zona merah Covid-19 dan PPKM level 4 sejak 16 November 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Disperindag Kota Cilegon, Syafrudin mengatakan, CFD dibuka berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 360/Kep.200-BPBD/2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Kota Cilegon termasuk dalam katagori level 3 merupakan salah satu daerah yang harus melakukan ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Jadi dalam SK Walikota Cilegon ini, Cilegon masuk dalam level 3, semua aktivitas sudah diizinkan. Termasuk sekolah tatap muka dan CFD,” kata Syafrudin kepada Selatsunda.com,” Rabu (1/9/2021).

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

Syafrudin menjelaskan, semestinya pembukaan CFD ini sudah bisa dilakukan pada Minggu (29/8/2021) lalu. Tetapi, pihak pengelola baik HPPB dan Pawon mengaku belum siap, mengingat masih banyak anggotanya (pedagang) belum di vaksin.

“Jadi bukan kami yang menunda CFD dibuka. Tapi karena para pedagang memang belum di vaksinasi Covid-19. Selain pedagang yang harus di vaksin, ketika penerapan CFD ini, pembeli pun harus bisa menujukan sertifikat sudah di vaksin ketika memasuki wilayah CFD. Antara pedagang dan pembeli harus menunjukan kartu vaksin,” jelas Syafrudin.

Sementara, Kasi Perdagangan Non Formal pada Disperindag Kota Cilegon, Nurlela mengungkapkan, saat nanti CFD dibuka baik pedagang maupun pengunjung akan dibatasi 50 persen dari jumlah biasanya. Kata dia, saat masuk diarea CFD juga wajib menunjukan surat vaksin yang terdata pada situs resmi pedulilindungi.id.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

“Harus bisa menujukan bukti tersebut. Karena kita tidak ingin ketika CFD dibuka justru akan berdampak pada penyebaran covid-19,” ucapnya.

Lanjutnya, pedagang di CFD tergabung dalam dua Paguyuban. Untuk pedagang tergabung dalam Paguyuban Pawon berjumlah 512 pedagang sementara pedagang dalam HPBB sebanyak 147 pedagang.

“Dari 512 pedagang yang tergabung daam Pawon, pedagang yang udah di vaksin baru 299 pedagang. Sementara di HPBB dari 147 pedagang, yang telah di vaksinasi ada 80 pedagang. Kami meminta, sebelum CFD ini dibuka, seluruh pedagang sudah di vaksinasi,” terang Lela. (Ully/Red)