Ilustrasi. (Foto Dok Istimewa)

CILEGON, SSC – Pemerintah Pusat telah membolehkan sekolah tatap muka dilaksanakan untuk wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3. Tak terkecuali, Kota Cilegon yang masuk pada PPKM Level 3. Meski dibolehkan, namun pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan secara terbatas  dan/atau pembelajaran jarak jauh (daring/online).

Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Ismatullah mengatakan, Cilegon yang masuk wilayah PPKM level 3 memang dibolehkan mengadakan PTM. Namun saat ini Dindik masih menunggu keputusan tersebut. Karena keputusan berada pada kewenangan Walikota, Helldy Agustian.

“Kebetulan tadi pagi dari Dirjen dan Kemendikbud datang langsung mengecek kondisi sekolah di Kota Cilegon. Dari Kemendikbud dan Dirjen Pendidikan telah memberikan izin Cilegon bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Tetapi, yang memiliki kewenangan pembelajaran tatap muka ada di Pak Walikota. Tinggal restu dari pak wali aja apakah mengizinkan Cilegon mengaplikasikan sekolah tatap muka tersebut,” kata Ismatullah kepada Selatsunda.com melalui sambungan telepon, Rabu (18/8/2021).

Baca juga  Ribuan UMKM di Cilegon Belum Kantongi Sertifikat Halal

Ia menyatakan, Dindik sebelum  pembelajaran tatap muka nanto diterapkan akan terlebih dahulu menggelar uji coba. Langkah itu seiring dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang akan diterapkan secara ketat di semua sekolah di Cilegon sesuai instruksi pusat.

“Uji coba bertahap dulu kita lalukan sambil mengevaluasi prokes di sekolah-sekolah. Kalau uji coba lolos dilakukan dan Cilegon tidak kembali ke zona merah, tatap muka bisa berjalan baik. Tapi kalau berubah status kita mau berbuat apa. Ini terus kita pantau. Kami terus koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon,” sambungnya.

Disinggung masih adakah guru di Cilegon yang belum di vaksinasi, Ismatullah tak menampiknya. Kata dia, guru yang belum divaksinasi cenderung memiliki penyakit bawaan.

Baca juga  Kota Cilegon Kerap Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya!

“Kondisinya karena banyak guru yang memiliki penyakit bawaan jadi tidak bisa dilakukan vaksinasi,” ujarnya.

Sementara Walikota Cilegon, Helldy Agustian saat dihubungi masih belum dapat dikonfirmasi. (Ully/Red)