20.1 C
New York
Senin, Mei 4, 2026
BerandaMaritimDalam Sepekan, Cuaca Buruk Akibatkan 4 Insiden Laut di Pelabuhan Merak

Dalam Sepekan, Cuaca Buruk Akibatkan 4 Insiden Laut di Pelabuhan Merak

-

CILEGON, SSC – Dalam sepekan terakhir, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten mencatat terdapat 4 insiden laut terjadi di Pelabuhan Merak, Kota CIlegon akibat cuaca buruk.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPBD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Hanjar Dwi Antoro mengatakan, keempat insiden laut karena cuaca buruk diantaranya merusak sejumlah fasilitas di Pelabuhan Merak.

Pertama, cuaca buruk menghantam Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Merak yang mengakibatkan Movable Bridge (MB) mengalami kerusakan.

“Di dermaga 6 itu ada MB yang rusak atau patah As. Ini akibat benturan kapal-kapal yang sandar. Jadi pengoperasiannya dialihkan ke dermaga 5. Namun saat ini sudah diperbaiki dan sekarang sudah di operasikan kembali,” kata Hanjar kepada awak media ditemui di ruang kerjanya,” Senin (7/2/2022).

Insiden kedua yakni kerusakan terjadi pada bantalan kapal atau fender di Dermaga 7. Kemudian ketiga, cuaca buruk juga mengakibatkan talud jalan Dermaga 7 mengalami ambrol.

“Kemudian ada kerusakan pada talud. Ini akibat tergerus gelombang laut,” terangnya.

Kemudian keempat, kata Handjar, cuaca buruk juga mengakibatkan sejumlah kendaraan tertimpa kendaraan muatan pisang saat berada diatas Kapal Jatra 2.

Ia menyatakan, insiden tersebut sangat mempengaruhi operasional kapal di Pelabuhan Merak. Terlebih saat bongkar dan muat penumpang di pelabuhan. Pihaknya pun memutuskan untuk mengurangi jumlah kapal yang beroperasi dalam kondisi cuaca buruk. Sebelumnya kapal dioperasikan sebanyak 30 atau 31 kapal namun saat ini dikurangi menjadi 25 kapal.

Lanjutnya, BPTD Banten untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kembali insiden tersebut mengimbau agar seluruh operator kapal dapat meningkatkan kewaspadaan cuaca ekstrem. Operator juga diminta memastikan alat keselamatan penumpang.

“Langkah selanjutnya juga kami sudah memberikan surat atau himbauan kepada operator kapal atau operator pelayaran terkait cuaca ekstrim agar lebih waspada. Serta meminta kepada seluruh operator kapal untuk memastikan alat-alat keselamatan yang ada di kapal berfungsi salah satunya life jacket,” sambung Hanjar.

Ia juga meminta agar operator melaksanakan lashing kendaraan diatas kapal. Hal itu wajib dilakukan agar muatan kendaraan tidak terjungkir ke laut saat ada ombak besar.

“Ini harus dilakukan agar peristiwa seperti ini tidak terjadi kembali. Selain itu, kami juga meminta kepada nahkoda kapal, untuk selalu mengupdate cuaca melalui website BMKG,” paparnya.

Kata Hanjar, berdasarkan informasi BMKG, puncak cuaca ekstrim pada Januari hingga Febuari bahkan bisa berakhir pada April 2022 mendatang.

“Sebelum SPPT keluar dari kami (BPTD), kami meminta surat pernyataaan kesanggupan berlayar dari narkoba di mana, dalam surat tersebut, nahkoda kapal yang tertanggung jawab dalam keselamatan pelayaran,” pungkasnya. (Ully/Red)

 

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2