Suasana transaksi di Pasar Blok F, Kota Cilegon, Belum lama ini. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Sebanyak 7 pedagang yang berjualan di Pasar Blok F atau yang disebut Pasar Kelapa, Kota Cilegon gulung tikar akibat dampak Covid-19.

Kepala UPT Pasar Blok F Dani Rahmat mengatakan, pengaruh Covid-19 yang berlangsung sejak maret lalu sangat berdampak terhadap pedagang yang di Pasar Blok F. Dari informasi yang diperoleh, sudah ada 7 pedagang yang tidak berjualan karena dampak virus Corona.

Tidak menutup kemunginan apabila kondisi ini masih berlanjut panjang maka diprediiksi akan terjadi penambahan pedagang yang gulung tikar.

“Dari hasil catatan kami, sudah ada 4-7 pedagang yang gulung tikar karena kondisi covid-19. Apabila kondisi ini terus terjadi tidak menutup kemungkinan akan bertambah pedagang yang gulung tikar. Saya pun cukup prihatin dengan kondisi yang dialami para pedagang di sini (Pasar Blok F,red),” kata Dani kepada Selatsunda.com melalui telepone genggamnya,” Sabtu (26/9/2020).

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

Selain ada yang tidak lagi berjualan, kata dia,
pedagang di Pasar Blok F yang masih berjualan mengeluhkan sepinya pembeli. Rata-rata pembeli pada sebelum Corona merebak biasa datang 450 orang perhari namun kini turun drastis.

“Sepi banget kondisinya sekarang ini. Biasanya sebelum covid-19, pembeli yang berbelanja di Pasar Blok F sebanyak 450 pembeli perhari. Tapi, dengan kondisi PSBB saat ini, pembeli yang datang berbelanja di sini (pasar) hanya 150 pembeli. Bisa dikatakan dengan kondisi ini, pedagang mengalami kerugian sebesar 50 hingga 60 persen persen,” tambahnya.

Diakui para pedagang untuk bertahan hidup rela menggelar diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan berbelanja di Pasar Blok F.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

“Sampai ada juga loh yang kasih diskon besar-besaran. Mininal bisa bawa barang untuk dibawa ke rumah,” ujarnya.

Pihaknya telah menyampaikan kondisi ini ke pimpinan Disperindag Kota Cilegon untuk menindaklanjuti kondisi tersebut. Disampaikan untuk bisa kembali menerapkan sistem pembelian daring agar transaksi bergeliat.

“Saya sih sudah sampaikan ke Bu Kadisperindag Cilegon (Abadiah,red) untuk kembali membuka sistem belanja daring. Sistem belanja daring untuk memudahkan pembeli tanpa harus ke pasar,” pungkasnya. (Ully/Red)