Suasana di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Belum lama ini. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon sudah mulai melakukan persiapan untuk penyelenggaraan debat terbuka pasangan calon walikota dan wakil walikota Cilegon dalam Pilkada 2020. Rencananya, KPU akan menggelar dua kali debat publik.

Komisioner KPU Cilegon, Eli Jumaeli mengatakan, debat publik rencananya akan dilaksanakan dua kali yakni pada 21 November 2020 dan 28 November 2020.

“Jadi nanti akan disiarkan lewat televisi. Kita publikasi juga lewat youtube, lewat media sosial,” ujarnya dikonfirmasi, Kamis (5/11/2020).

Selain jadwal debat publik, kata Eli, KPU juga telah membentuk tim penyusun materi debat sebanyak 5 orang. Tim penyusun terdiri dari akademisi, profesional dan tokoh masyarakat.

“KPU hanya membentuk tim penyusun materi. Jadi mereka menyusun materi yang akan digunakan pada waktu sesi. Jadi tidak ada intervensi KPU, kita hanya membentuk,” paparnya.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Materi yang disusun mengikuti Keputusan KPU RI Nomor 465 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

Kata Eli, materi debat akan mengangkat 7 tema. Diantaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah dengan nasional dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kebangsaan serta penanganan pengendalian penyebaran Covid-19.

“Ini sudah disampaikan ke pasangan calon dari bulan lalu. Diawal kita sudah menyampaikan materi debat yang akan menjadi tema besar sisi debat publik. Supaya mereka sudah memeprsiapkan jauh-jauh hari,” tandasnya.

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

“Jadi ada 6 tema, kesejaheraan, kebijakan publik dan tema lain. Ditambah satu tentang penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Ronald/Red)