CILEGON, SSC – Diduga akibat muatan truk over kapasitas dan over dimensi (ODOL), rampdoor KMP Nusa Dharma patah saat bongkar muatan di Dermaga 2, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
Informasi yang dihimpun Selatsunda.com, kejadian terjadi Kamis, (28/1/2021) sekitar pukul 22.10 WIB. Saat itu, KMP Nusa Dharma yang dioperasikan PT Putra Master Sarana Penyeberangan Bankers dalam lintasan penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Kapal dijadwalkan sandar di Dermaga 2 Pelabuhan Merak. Saat sandar di Dermaga 2 dan bongkar muatan truk tronton bermuatan berat, Rampdoor haluan kapal patah. Akibat itu, kapal berpindah sandar ke Dermaga 5 dengan menggunakan rampdoor buritan.
“Kejadian Nusa Dharma kira-kira bersamaaan dengan Rishel. Kapal disandarkan di Dermaga 5 dari Dermaga 2 karena rampdoornya bermasalah,” kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Endi Suprasetio dikonfirmasi, Jumat (29/1/2021).
Endi tidak menampik salah satu dugaan rampdoor patah karena faktor muatan truk ODOL saat bongkar. Tetapi ada juga kemungkinan lain yakni dugaan rampdoor patah akibat kurangnya perawatan dari pihak operator kapal.
“Nggak juga (dugaan kendaraan penumpang berlebih muatan). Bisa juga maintenance dari pihak kapalnya. Itu bisa juga. Jadi tidak semata-mata karena truk ODOL. Bisa juga karena cuaca saat itu, kapal bergerak, beban kapal bertambah saya bongkar muatan,” tuturnya.
Meskipun demikian, pihaknya mengakui masih menemukan truk ODOL menyeberang di Pelabuhan Merak.
Sejauh ini, pihaknya terus melakukan pengawasan dan penegakan truk ODOL di seluruh area Banten termasuk Pelabuhn Merak baik lewat jembatan timbang di Cikande, kerjasama jembatan timbang dengan pengelola tol dan lainnya. Namun tidak sedikit juga masih ada yang lolos dengan kucing-kucingan menggunakan jalur arteri bukan jalan nasional.
“Kita hanya satu jembatan timbang di Cikande dioperasi. Kalau yang di tol, dia (truk ODOL) kan hanya denda. Kemudian juga kendaraan lebih muatan keluar ke akses terdekat. Jadi tidak semua pengawasan jadi kewenangan kita. kewenangan kita kan jalan nasional. Kan ada juga diluar itu. Itu yang masih kita akan benahi,” paparnya.
Kembali mengenai kejadian KMP Nusa Dharma, kata dia, kapal pasca insiden langsung diengkerkan.
“Itu nanti akan diperiksa dari MI (Marine Inspector,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Operasi PT Putra Master Sarana Penyeberangan, Rohmat coba dihubungi belum dapat dikonfirmasi. Telepon yang dituju belum direspon. (Ronald/Red)

