Alat pengukur ISPU yang berada di wilayah Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Rabu (25/10/2023). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Jumlah pengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Cilegon terus mengalami peningkatan. Dari 8 Kecamatan di Cilegon, Kecamatan Citangkil dan Pulomerak merupakan wilayah penyumbang ISPA tertinggi selama Januari-September 2023.

Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon, dr. Febri Naldo mengatakan, kasus ISPA di Kecamatan Pulomerak tercatat sebanyak 1.246 orang dan Citangkil I sebanyak 1.204 orang dan Kecamatan Citangkil II sebanyak 1.155.

Selanjutnya, Kecamatan Purwakarta sebanyak 949 orang, Kecamatan Cilegon sebanyak 725 orang, Kecamatan Ciwandan sebanyak 707, Kecamatan Cibeber sebanyak 895 orang, Kecamatan Grogol 564 orang.

“Jika di lihat grafiknya, Kecamatan Citangkil dan Pulomerak sangat tinggi. Tingginya kasus ISPA di Cilegon karena afanta infeksi di saluran pernafasan, pencemaran udara dan debu. Apalagi, sampai saat ini musim kemarau terus berlangsung hingga saat ini,” lanjutnya.

Kata Febri, bahwa kasus ISPA terbagi dua ada pneumoniae dan bukan pneumoniae . Untuk yang pneumoniae di bawah 5 tahun ada 2.209 dan bukan pneumoniae sebanyak 5029.

Febri menjelaskan bahwa ISPA merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. Baik itu dialami oleh penderita pneumoniae yang usianya di bawah 5 tahun ataupun di atas 5 tahun. Namun tingkat bahayanya, kata dia, memiliki tingkat yang berbeda-beda.

“Saya menghimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker ketika berada diluar, menjaga pola hidup sehat, pola makan yang benar dan imunisasi lengkap,” pungkasnya. (Ully/Red)