Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi saat menjabarkan penerapan retribusi parkir di Pasar Kranggot,” Selasa (27/7/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Perhubungan (Disbub) akan menerapkan sistem parkir otamatis di Pasar Kranggot, Kota Cilegon. Penerapan sistem parkir ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang perparkiran.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Uteng Dedi Apendi mengatakan, penerapan sistem parkir otomatis di Pasar Kranggot menggandeng PT Kujang Sakti Siliwangi (KSS) selaku pihak swasta.

Ia menyatakan, sistem parkir berbayar ini secara efektif akan diterapkan pada Agustus mendatang. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kejari Cilegon dan Polres Cilegon mempersiapkan permohonan pendapat hukum (legal opinion) penerapan pajak perparkiran tersebut.

“Rencananya kita juga akan ajukan ini ke Walikota untuk dibuatkan SK (Surat Keputusan) terkait dengan titik-titik parkirnya. Jadi, Agustus itu masa penjajakan, barulah satu bulan ke depan akan ada pemasangan alat di pintu masuk dan keluar pasar,” ungkap Uteng kepada awak media ditemui di Aula Dishub Cilegon, Selasa (27/7/2021).

Baca juga  PTM Berjalan Tiga Pekan, Dindik Cilegon Klaim Tak Temukan Klaster Sekolah

Menurut Uteng, rencana penerapan sistem parkir otomatis di Pasar Kranggot sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Baik Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2012 tentang Retribusi di Bidang Perparkiran, Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan Peraturan Walikota nomor 11 tahun 2018 sebagaimana Petunjuk Pelaksanaan Perda nomor 9 tahun 2018.

Mengenai perekrutan juru parkir yang akan dipekerjakan, kata Uteng, pihak KSS sudah mulai mempersiapkannya. Rencananya, KSS akan mempekerjakan 30 orang jukir yang akan di tempatkan di beberapa titik di Pasar Kranggot. Jukir sebelum aktif bekerja akan mengikuti pelatihan. Nanti barulah setelah aktif akan diberi penghasilan sesuai Upah Minimum Kerja (UMK) Kota Cilegon 2021.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

“Sebelum digaji Rp 4,3 juta, 30 jukir ini akan di traning dulu selama 3 bulan. Selama traning ini, mereka digaji sebesar Rp 1,8 juta. Adapun untuk motor akan ditarik retribusi sebesar Rp 1.000 sedangkan untuk mobil sebesar Rp 2.000 per kendaraan. Sistemnya nanti, jika kendaraan tersebut parkir sudah 10 menit pemilik kendaraan harus membayar parkir. Sedangkan jika dibawah 10 menit maka kendaraan tersebut dianggap melintas saja,” beber Uteng. (Ully/Red)