Walikota Serang, Syafrudin bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten menandatangani penyerahan dua aset Kementerian PUPR di Puspemkot Serang, Kamis (22/10/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Dua aset Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten pada Kementerian PUPR senilai Rp 2,4 miliar diserahkan ke Pemerintah Kota Serang.

Dua aset yang diserahkan yakni Instalasi pengolahan air limbah di Perumahan Puri Regensi di Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya dan Sekolah Dasar (SD) Pasirhuni di Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug.

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) dan naskah hibah aset barang milik negara (BMN) oleh kedua belah pihak.

Walikota Serang Syafrudin mengungkapkan, dalam penandatangan tersebut baru dua dari empat aset yang diserahkan kepada Pemkot Serang. Dua aset yang belum diserahkan yakni pembangunan pemukiman daerah kumuh dan instalasi air bersih di kawasan Banten lama. Dua aset senilai Rp 30 miliar itu masih dalam proses pengerjaan.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Disamping Rp 2,4 miliar, ada yang sedang di kerjakan dan belum diselesai, totalnya Rp 30 miliar dari Kementerian PUPR untuk daerah kumuh di Kawasan Banten Lama. Jadi, totalnya ada Rp 32,4 miliar, ya itu untuk 4 item,” ujar Walikota Serang, Syafrudin kepada awak media usia melakukan penyerahan di Puspemkot Serang, Kamis (22/10/2020).

Ia menyatakan, pihaknya setelah menerima aset selanjutnya akan mengajukan anggaran pemeliharaan. Itu diajukan untuk pemanfaatan aset.

“Jadi setelah diserahkan dari balai ini sudah melepas kewajibannya, selanjutnya akan kami pergunakan dan insya Allah bermanfaat untuk Kota Serang,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Balai Sarana Prasarana Pemukiman Wilayah Banten, Rojali Indra tidak mengelak masih ada aset lain yang belum diserahkan.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Karena ada mekanisme serah terima mungkin butuh waktu juga dan butuh administrasi, yang saya rasa kita dahulukan yang sudah siap. Setidaknya pemerintah Kota Serang bisa memelihara sesuai apa yang dikatakan pak Walikota Serang tadi,” ucap Rojali Indra.

Ia berharap, dua aset yang diserahkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pemkot demi kesejahteraan masyarakat. Karena Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten harus didorong dapat tertata dan tertib.

“Menjadi ikon terbaik di Provinsi Banten. Tentu bukan hanya di Provinsi Banten tetapi menjadi model di daerah lainnya,” tandasnya. (SSC-03/Red)