Ilustrasi (fotografis Selatunda.com)

SERANG, SSC – Rencana Pemerintah Kota Serang menggunakan hotel sebagai tempat isolasi pasien bergejala Covid-19 disebut hanya sekedar wacana semata. Pasalnya, hingga saat ini Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Serang belum diajak bicara secara serius oleh Pemkot Serang.

“Jangan hanya bicara wacana, implementasi sekarang mah! Kalau memang betul mau mengisolasikan pasien Covid-19, ya secara teknis bicaranya, jangan wacana. Saya anggap sekarang ini bicaranya wacana,” ujar Ketua PHRI Kota Serang, Emban Abadi di konfirmasi melalui saluran telepon, Jumat (23/10/2020).

Emban mengaku, PHRI pada bulan lalu memang diundang oleh Dinas Kesehatan namun tidak membahas teknis penggunaan hotel. Ia menyatakan, jika Pemkot Serang akan menggunakan hotel untuk tempat isolasi harus memperhatikan tiga hal. Seperti menyewa seseluruhan hotel, melakukan transparansi anggaran, serta memberikan jaminan kepada hotel paska menjadi tempat isolasi mandiri.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

“Tentu harus satu hotel, jika hanya 10 kamar atau 30 kamar dan Kita (hotel) masih menerima tamu regular, tamu nya juga tidak akan mau. Tidak ada harga yang ditawarkan dari Pemkot Serang (untuk tempat isolasi mandiri), dan ini yang sangat penting tidak ada jaminan dari Pemda untuk hotel. Strelisasinya bagaimana ? Ini kan belum di sampaikan juklak dan juknisnya,” paparnya.

Ia menyatakan, dari informasi yang diterimanya, Pemkot Serang baru mensurvei (meninjau) dua hotel tetapi belum ada pembahasan lebih lanjut.

“Laporan dari manajer, baru survei ya. Dua hotel itu Bintang Semesta dan hotel Hikmah. Namun, dari pihak hotel belum memberikan keputusan,” sambungnya.

Sejalan dengan Emban, Sekretaris PHRI Kota Serang, Lukman Hakim mengutarakan, jika hotel dijadikan tempat isolasi harus benar-benar dipertimbangkan. Karena selain berpengaruh pada persepsi masyarakat juga diprediksi berdampak pada keberlangsungan bisnis hotel itu sendiri secara jangka panjang.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

“Kan pasti cepat atau lambat, tamu yang regular akan tahu. Oh ini OTG, sama saja dengan carier (pembawa) hanya saja tidak bergejala, otomatis hotel akan drop,” ungkap Lukman.

Meskipun rencana itu harus dipertimbangkan bersama anggota perhimpunan, namun kata dia, PHRI siap membantu Pemkot Serang. Akan tetapi harus ada pembicaraan lebih serius dan komprehensif secara bersama-sama.

“Jika diajak diskusi lebih detail, PHRI pasti siap. Nantikan kita jelaskan kepada anggota, begini loh juknis dan juklaknya, kalau seperti ini bisa tidak menerima,” tandasnya. (SSC-03/Red)