
CILEGON, SSC – Hujan deras melanda Kota Cilegon dari Kemarin, Minggu (11/1/2026) hingga Hari ini, Senin (12/1/2026) mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir.
Berdasarkan pantauan Selatsunda.com, dua wilayah yang terendam banjir yakni terjadi di Kecamayan Jombang dan Kecamatan Cibeber.
Banjir di Kecamatan Jombang terjadi di Lingkungan Kranggot, Kelurahan Sukmajaya dan beberapa lingkungan lainnya. Sementara di Kecamatan Cibeber terjadi di Lingkungan Sambirata.
Salah satu warga di Lingkungan Kranggot, Udin mengatakan, banjir sudah terjadi sejak Kemarin. Saat itu, ia sedang berjualan bakso di Terminal Seruni sekitar pukul 11.00 WIB. Sekitar pukul 14.00 WIB, ia mendapat kabar tempatnya tinggal kebanjiran.
“Saya kemarin sedang berjulan di Seruni, ada pembeli yang bilang di Lingkungan Kranggot Kebanjiran,” ujar pria berusia 38 tahun itu.
Udin mengaku, tidak hanya kontrakannya saja yang terencam banjir. Namun rumah yang ada di dekat kontrakannya juga mengalami hal yang sama.
“itu yang anak-anak berenang, dibelakangnya kena. Disitu juga banjir, dalam,” terangnya.
Udin mengungkapkan, luapan air hujan merendam kontrakannya setinggi lutut orang dewasa. Yang terparah, kata dia, banjir terjadi saat di awal bulan Januari lalu. Ketinggian banjir air hujan mencapai pinggang orang dewasa. Ia mengaku, hari ini tidak berjualan karena banjir.
“Ini dari kemarin banjirnya, sudah dua hari. Kalau kemarin jualan, tapi kalau sekarang ngga jualan,” ungkapnya.
Kata dia, beruntung saat banjir, ia dapat menyelematkan perabotan di kontrakannya. Karena belajar dari pengalaman banjir yang terjadi di awal Januari lalu.
“Kalau sekarang cuman baju-baju, ditaruh ditas lemari. Kalau yang awal tahun baru, itu yang lumayan. Tidurnya diatas, dilantai atas ditempat yang punya kontrakan,” paparnya.
Terpantau di lokasi, sejumlah kendaraan roda empat yang berusaha melintas terpaksa memutar arah. Karena jalan utama di lingkungan itu, terendam banjir. Sementara, sejumlah pengendara roda dua yang berusaha melintas, dibantu oleh warga. Pengendara yang melintas diangkut dengan gerobak lalu diseberangkan.

Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Masigit RT 05/RW 06, Kecamatan Jombang. Rumah warga terdampak banjir. Warga terlihat mengangkut barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Kondisi lingkungan yang berada di bawah jalur rel kereta api serta terhimpit oleh Kali Jombang menyebabkan debit air meluap dan merendam permukiman warga.
Akibatnya, lingkungan tersebut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter. Warga sempat membuat tenda darurat di pinggir rel, namun dilarang karena membahayakan.
“Kami sempat membuat tenda darurat di pinggir rel kereta, ngungsi buat barang-barang kami waktu banjir di awal tahun. Tapi dilarang karena membahayakan,” ungkap salah seorang warga, Tirah.
Ia dan warga lainnya kemudian mengungsi ke pos kamling yang dinilai lebih tinggi dari genangan banjir. Tetapi, kondisi tersebut dinilai belum cukup aman untuk menghindari dampak banjir.
“Ya di sini saja jadinya (pos kamling), tapi kalau tinggi lagi kayak sebelumnya sampai se dada, barang-barangnya ya tetep kena banjir,” terangnya.
Tirah mengaku, banjir kali ini merupakan banjir yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (Ronald/Red)




