SERANG, SSC – Persoalan banjir yang kerap terjadi setiap tahunnya di Kota Serang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan Walikota dan Wakil Walikota Serang, Syafrudin-Subadri Ushiludin.
Hal ini disampaikan oleh Pengamat ata Kota asal Universitas Trisakti (Usakti), Nirwono Yoga menyikapi banjir ditengah telah berjalannya dua tahun pasangan “Aje Kendor” memimpin Kota Serang.
Yoga sapaan akrab menjabarkan ada tiga poin yang harus diperhatikan Pemkot Serang dalam menangani persoalan banjir. Pertama, saluran air yang ada harus direhabilitasi baik secara mikro, meso, ataupun makro. Hal itu perlu agar saluran menampung air bisa besar.
“Agar memastikan tidak ada jalan yang tergenang,” kata Yoga melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (8/12/2020).
Kedua, kata Yoga, banjir bisa ditangani dengan membangun lebih banyak daerah resapan air berupa ruang terbuka hijau seperti taman, hutan kota, kebun raya, hutan pantai, serta daerah tampungan air berupa situ, danau, embung, waduk.
Begitu juga, Pemkot harus menata bantaran kali atau sungai agar terbebas dari bangunan. Melakuka relokasi perumahan di tepi bantaran kali, badan kali diperlebar dan diperdalam agar kapasitas daya tampung air lebih besar.
“Iya betul Serang dapat bebas banjir, namun secara bertahap dan terukur, indikatornya tadi,” paparnya.
Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengelak ketika dimintai keterangan soal banjir. Ia bahkan menyebutkan, banjir adalah suatu anugerah. Menurutnya, banjir yang ada di Kota Serang masih terbilang cukup ringan jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Banten.
“Banjir itu anugrah, umur Kota Serang baru 13 tahun, Kota Cilegon saja yang sudah 20an tahun banjirnya luar biasa tetapi kami tidak seperti itu,” kata Walikota Serang, Syafrudin.
Sementara itu, Ketua DPRD Serang, Budi Rustandi tidak sepaham dengan Walikota Serang, Syafrudin. Ia menganggap banjir tetaplah musibah yang seharusnya di antisipasi dan tangani oleh Pemkot Serang dan masyarakat.
“Banjirnya musibah, hujannya anugrah. Mengantisipasi berarti harus bersih-bersih baik oleh Pemkot ataupun kesadaran masyarakat, ini perlu sebagai peran serta antara masyarakat kepada Pemkot Serang dan sebaliknya,” tandasnya. (SSC-03/Red) .
Keterangan foto : Banjir di Perumahan Citra Gading. Foto : dokumentasi.

