20.1 C
New York
Selasa, Agustus 4, 2026
Beranda Peristiwa El Nino Mengintai Cilegon, Polres dan Pemkot Perkuat Mitigasi Kebakaran dan Krisis...

El Nino Mengintai Cilegon, Polres dan Pemkot Perkuat Mitigasi Kebakaran dan Krisis Air Bersih

0
35
Kapolres Cilegon, AKBP Bobby Danuardi bersama Wali Kota Cilegon, Robinsar mengecek peralatan saat Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana El Nino yang digelar di depan Mapolres, Selasa (4/8/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon sudah mengambil langkah kesiapsiagaan dalam memitigasi fenomena El Nino. Dua potensi bencana yang fokus diantisipasi yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan krisis air bersih.  

Kapolres Cilegon, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 mengatakan, apel yang diselenggarakan untuk mengantisipasi dampak El Nino. Karena dalam tiga bulan terakhir, Kota Cilegon belum pernah hujan dan banyak lahan yang kering.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan terkhusus terkait potensi kebakaran, Kapolres Bobby mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.

“Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung ataupun tidak iseng- iseng membakar karena dampak akan sangat luas. Akan terjadi kebakaran, akan banyak asap sehingga warga terganggu,” ungkapnya, Selasa (4/8/2026).

Dalam mengantisipasi kebakaran, kata Bobby, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon. Salah satunya dengan untuk mendirikan posko di TPSA Bagendung.

Bobby menjelaskan mengapa posko terpadu di TPSA yang berada di Kecamatan Cilegon tersebut didirikan yakni untuk langkah mitigasi bilamana terjadi kedaruratan kebakaran. Karena TPSA Bagendung pernah terjadi dua kali kebakaran yakni tahun 2019 dan 2024.

“Kita membuat posko terpadu di TPA Bagendung, disana ada unsur Polres, TNI, BPBD dan OPD lain yang siap mendukung apabila terjadi hal-hal emergency,” ujarnya.

“Jadi hal-hal itu kita lakukan mitigasi dengan cepat, antisipasi dengan cepat,” sambung Bobby.

Selain kebakaran, kata Bobby, pihaknya juga mengantisipasi krisis air bersih. Dari arahan yang disampaikan Kapolda Banten, kata Bobby, masyarakat bilamana mengalami krisis air bersih dapat menghubungi Call Center 110.

“Kalau memang daerahnya kekeringan butuh air, kita akan turun. Karena dari beberapa tempat seperti di Pulomerak, sudah turun. Kalaupun ada laporan masyarakat ,kita akan turun langsung bekerja sama dengan forkopimda lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar juga menyampaikan imbauan yang sama terkait antisipasi karhutla. Kepada lurah, camat, ketua RT dan RW diminta untuk mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan.

“Kami meminta agar tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan,” ucapnya.

Terkait krisis air bersih, diakui Robinsar, kondisi tersebut masih terjadi. Secara jangka pendek sebagian wilayah telah dapat diatasi, sebagian lainnya masih terdapat potensi.

“Potensi kekeringan itu masih ada di Suralaya, Gunung Batur, Tembulun, alhamdulillah hari ini Cipala sudah tidak, sudah terairi, air sudah sampai gunung,” terangnya.

Untuk jangka panjang, kata Robinsar, penanganan krisis air bersih sudah dilakukan dengan pembangunan pipanisasi air. Di mana saat ini pembangunan masih terus berproses. Diharapkan, pembangunan tersebut dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di pegunungan sehingga tidak terjadi lagi krisis air. (Ronald/Red)