CILEGON, SSC – Siswa dari sejumlah sekolah di 4 (empat) kecamatan di Kota Cilegon, dipulangkan lebih awal dari kegiatan belajar mengajar. Para siswa mengeluhkan bau menyengat hingga bikin mual.

Tak hanya bau yang bikin mual, siswa SD dan warga juga mengeluhkan perihnya mata akibat terpapar udara yang diduga tercemar dari sebuah pabrik.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Heni Anita Susila membenarkan kejadian bau menyengat mengakibatkan aktivitas sejumlah sekolah dihentikan. Para siswa kemudian  dipulangkan.

“4 kecamatan yang mengharuskan anak sekolah harus dipulangkan ini, dari Kecamatan Purwakarta (tidak semuanya), Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Pulomerak dan Kecamatan Purwakarta,” kata Heni kepada Selatsunda.com,” Sabtu (20/1/2024).

Baca juga  Sambut Idul Adha 2024, Krakatau Steel Serahkan Bantuan 211 Hewan Kurban

Heni mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui total sekolah yang merasakan dampak bau menyengat yang dikeluarkan oleh industri di Ciwandan tersebut.

“Total sekolahnya belum dapat bunda (Kepala Dinas Pendidikan). Tapi yang terdampak itu ada di 4 kecamatan. Dari Kabid Diknas sudah terjun ke lokasi untuk memastikan sekolah-sekolah yang terdampak bau tersebut,” ujarnya.

Heni menghimbau, masyarakat bisa menggunakan masker dan lab basah agar mengurangi bau menyengat. Tak hanya masker, bagi masyarakat yang tidak ada keperluan mendesak, jangan keluar rumah.

“Jangan keluar ke rumah. Tutup pintu dan jendela rumah agar bau tidak masuk. Kalau tidak berkepentingan lebih baik di rumah aja,” pungkas Heni. (Ully/Red)