RSUD Cilegon ditunjuk jadi tempat isolasi mandiri pasien covid-19. Foto : istimewa

CILEGON, SSC – Ruang isolasi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon membludak. Akibatnya ruangan IGD (Instalasi Gawat Darurat) ditutup.

Plt Direktur RSUD Kota Cilegon Meisuri membenarkan ditutupnya ruang IGD tersebut. Penutupan ruangan isolasi ini dimulai sejak Jumat (25/12/2020) hingga Minggu (27/12/2020) mendatang.

“Iya sudah ditutup (ruang IGD) pada Jumat (25/12/2020) pada pukul 12.00 WIB. Kita tutup karena sudah full ruanganya. Sekarang saja pasien positif yang di rawat di IGD sebanyak 5 orang, pasien suspek sebanyak 4 orang, waiting list sudah ada 8 orang dan pasien yang dirawat sudah 11 orang. Dengan kondisi ini, kita ambil langkah dengan menutup ruang IGD pasien covid-19,” kata Meisuri kepada Selatsunda.com terkonfirmasi,” Sabtu (26/12/2020).

Mei menuturkan, pasien yang berada di ruangan isolasi di RSUD Cilegon telah mencapai 27 pasien. Pasien ini terdiri dari orang dewasa, anak-anak dan bayi.

“Total 27 orang di ruangan isolasi rumah sakit,” tuturnya.

Masih kata Mei, untuk mengantisipasi membludaknya pasien di IGD, pihaknya mengurai pasien covid-19 yang berada di ruangan covid-19 di rumah sakit.

“Jalan satu-satunya kita urai pasien-pasien terkonfirmasi tersebut ke Trans Hotel yang berada di Cikerai. Jika pasien di Trans Hotel kosong, baru kita rujuk pasien covid-19 di rumah sakit ke Trans Hotel,” pungkas Mei. (Ully/red)