Kondisi Gedung Training Center Guru di Jalan Jayakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon memprihatinkan. Tampak plafon terlepas dan nyaris ambruk dan beberapa bagian Gedung rusak, Jumat (4/12/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kondisi Gedung Training Center Guru Kota Cilegon sangat memprihatinkan. Gedung yang dibangun dengan memakan dana APBD Tahun 2018 senilai Rp 831 juta ini dalam kondisi rusak dan tak terurus.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, kondisi gedung yang berlokasi di Jalan Jayakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang ini terlihat rusak mulai dari depan gedung hingga bagian belakang. Tampak plafon gedung bagian depan terlepas dan nyaris ambruk. Serpihan-serpihan dari plafon terlihat lepas dan jatuh ke lantai.

Pintu depan Gedung Training Center tidak utuh berkaca dan tampak diikat dengan tali seadanya

Kemudian, pada kaca pintu masuk di bagian depan gedung juga tak terlihat utuh lagi. Gagang pintu tampak diikat dengan tali plastik seadanya. Parahnya lagi bagian belakang gedung tampak tak berpintu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatullah dikonfirmasi tidak menampik kondisi gedung tersebut dalam keadaan rusak. Ia menyatakan, kondisi gedung sudah mengalami kerusakan jauh sebelum serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) selalu OPD yang menyelenggarakan pembangunan gedung.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

“Ingin kami, kondisi serah terima dari rusak jadi betul. Cumab memang karena ini dalam kondisi ini rusak, maka akan kita rehabilitasi,” tandasnya.

Bagian belakang Gedung tampak tidak berpintu dan hilang

Ia menyatakan, serah terima baru dilaksanakan sekitar bulan Agustus atau September tahun ini. Jauh sebelumnya, pihaknya tidak mengetahui gedung mengalami kerusakan. Informasi yang diterima atas beberapa bagian yang hilang seperti pintu belakang, kata dia, terjadi karena dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Informasinya Itu dicuri, sebelum saya menjabat (Kadis). Kan disitu waktu setelah dibangun kondisinya sepi. Nah sekarang ini, kita mengantisipasi supaya tidak rusak lagi. Kemarin saat HUT Guru saya bersih-bersih, kemudian saya meminta tolong dengan meminta warga yang jual warung disitu untuk membantu melihat sambil menjaga-jaga keamanannya lah,” tuturnya.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Pihaknya sejauh ini tidak ingin dengan melihat kondisi gedung rusak saat ini saling lempar tanggung jawab antara pihaknya dan DPUTR. Prinsipnya kedepan, Dindik akan mengajukan rehabilitasi gedung di ABT 2021 agar gedung dibenahi sesuai peruntukannya.

“Gedung itu kan belum selesai 100 persen, waktu itu ada rencana dibangun lagi disamping itu 3 ruangan, kemudian mebeler juga belum, AC juga belum. Jadi nanti kalau diterima di ABT 2021, itu u ntuk ruang meeting. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” pungkasnya. (Ronald/Red)