Polres Serang mengungkap kasus penggelapan ribuan sepatu ekspor saat di Mapolres Serang, Senin (28/9/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Seorang sopir angkutan ekspedisi berinisial TP diamankan Polres Serang. TP ditetapkan tersangka karena membawa kabur 2.256 buah sepatu merk New Balance (NB) yang akan di ekspor ke Amerika.

TP yang merupakan warga asal Jawa Tengah beraksi tidak sendirian. Pelaku dibantu oleh rekan sekampungnya AS.

Awal kasus penggelapan ribuan sepatu bermula saat TP bertugas mengangkut sepatu di PT Parkland World Indonesia, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pada 30 Juli 2020. Rencananya sepatu akan diekspor ke Amerika Serikat melalui Pelabuhan Tanjung Priuk.

Sepatu yang diangkut daru pabrik oleh TP bukan diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Periuk tetapi malah digelapkan. TP saat beraksi agar tidak tercium jejaknya keluar dari pabrik mematikan GPS truk sebelum masuk Gerbang Tol (GT) Cikande.

Saat di rest area Karang Tengah, TP telah ditunggu oleh AS. Di rest area itu, TP turun dan menaiki minibus untuk pergi ke Jateng. Sementara AS membawa sepatu ke daerah Pasar Kemis, Tangerang.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Serang oleh pabrik pada 06 September 2020. Penyidik kemudian langsung menelusuri kasusnya.

“Setelah mendapatkan laporan, kita memeriksa saksi korban, perusahaan dari PWI, pabrik sepatu new balance. Kemudian pemeriksaan (jasa truck) ekspedisi,” kata Kapolres Serang Kabupaten (Serkab), AKBP Mariyono saat ekspos kepada media di Mapolres Serang, Senin (29/09/2020).

Pasca menerima laporan, penyidik langsung melakukan penyelidikan. Hanya sekitar dua pekan, kedua tersangka langsung digulung pihak kepolisian.

“25 September kita mengidentifikasi keberadaan tersangka ini ada di daerah Jakarta. Kemudian di tangkap terhadap tersangka atas nama TP. Selanjutnya kita tangkap tanggal 26 september atas nama AS,” jelas Kapolres.

Dalam pengakuan tersangka, sepatu senilai Rp 570 juta itu dijual kepada pedagang di Pasar Kemis dengan harga Rp 150 juta. Kedua tersangka baru menerima tanda jadi sebesar Rp 100 juta. Beruntung ribuan sepatu itu belum dijual eceran oleh pedagan yang membelinya.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Kedua tersangka terjerat pasal 372 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun. Karena telah merencanakan untuk membawa kabur ribuan sepatu.

“Sampai saat ini masih ada pengembangan. Orang dalam masih kita dalami, hingga kini masih kasus penggelapan. Ancaman 4 tahun penjara. (Baru) Kerja satu bulan, sempat kabur ke Jateng,” terangnya.

Sementara, tersangka TP mengaku, baru bekerja satu bulan di perusahaan ekspedisi. Ia bekerja dan melamar dengan identitas palsu. Diakui TP dalam menjalankan aksinya melibatkan AS yang merupakan rekan sekampungnya.

“Saya yang muat di dalam pabrik, terus di dalem tol ganti orang sama AS. Saya naik mobil kecil. (Teman) Satu kampung, AS yang nyetir (truck),” tuturnya. (Ronald/Red)