20.1 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026
Beranda Peristiwa Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga di Serang Mulai Terdampak Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga di Serang Mulai Terdampak Abu Vulkanik

0
844
Seorang warga tengah memperlihatkan abu vulkanik Gunung anak Krakatau saat di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, SAbtu (5/9/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Perairan Selat Sunda, Provinsi Banten mengalami erupsi terus menerus hingga Sabtu (5/9/2026) malam. Akibat erupsi tersebut, warga mulai terdampak abu vulkanik.

Salah satu warga Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sanan mengatakan, abu vulkanik sudah ia rasakan sejak Sabtu (5/9/2026) dini hari. Hingga saat ini, abu vulkanik masih dirasakan. Sanan mengaku, abu vulkanik sudah mulai terdampak pada kesehatannya.

“Mata sudah mulai sakit, badan juga berasa nempel. Ke mulut juga ngeres, mata pedih,” ucapnya.

Sementara Pengamat Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau Pasauran, Deny Mardiono mengatakan, status Gunung Anak Krakatau saat ini adalah level III atau siaga. Pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat menjauhi Gunung Anak Krakatau.

Deny menyatakan, saat ini di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau Pasauran sudah mulai merasakan abu vulkanik. Abu vulkanik dengan kondisi tipis.

“Wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dengan radius tiga kilometer. Terkait kondisi saat ini di Pos Pasauran sudah merasakan atau terdampak abu vulkanik yang sangat tipis sekali, jadi bisa dilihat dari CCTV banyak abu yang bertebaran,” tuturnya.

Abu yang mengarah ke pesisir Banten, kata Deny, diduga mengikuti arah angin.  

“Abu ini tergantung dari arah angin, kemungkinan besar ke arah timur kebawa lah  di pesisir pantai Banten,” paparnya.

“Untuk prediksi, kami tidak memprediksi, jadi untuk potensi abu itu tergantung dari arah angin. Sampai saat ini intensitas abunya masih tipis,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Cinangka, AKP Romizal mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan masker akibat debu vulkanik. Kemungkinan, kata Kapolsek, dampak debu vulkanik masih terjadi.

 “Kami menghimbau agar masyakat menggunakan masker. Karena berdasarkan data yang ada di monitor, angin sudah mlai dari timur ke barat. Kemungkinan besok itu akan banyak abu vulkanik,” ucapnya. (Ronald/Red)