CILEGON, SSC – Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tata Usaha Honorer (FKGTH) Kota Cilegon, Supardi Gofar meminta agar Walikota Cilegon, Edi Ariadi untuk lebih memperhatikan nasib para ribuan guru honorer di Kota Cilegon. Salah satunya meminta walikota untuk menaikan honor daerah (honda) di 2020. Tujuannya tak lain untuk membantu kesejahteraan para guru honorer.
“Memang kami usulkan naik Rp 200 ribu dari yang sebelumnya Rp 300 ribu di tahun 2013. Tapi tahun 2019 ini naik hanya 150 ribu. Jadi perbulan kami mendapat 450ribu,” kata Gofar, kemarin.
Lanjutnya, honda diminta bisa dicairkan setiap bulan agar memperlancar iuran untuk jaminan kematian dan kecelakaan kerja yang ditanggung oleh FKGTH. Sedangkan BPJS Kesehatan sudah dilakukan kerjasama dengan Dinas Sosial Kota Cilegon.
“Iuran kecelakaan kerja itu Rp 10 ribu, kematian Rp 6.800. Karena honda cairnya tiga bulan sekali jadi Rp 50.400. Harapan kami sih cairnya tiap bulan biar lancar iurannya. Iuran kecil tapi manfaat besar,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (sekda) Cilegon Sari Suryati mengatakan, masalah kenaikan honda akan dilihat dari perkembangan kenaikan pendapatan daerah.
“Kita lihat nanti apakah ada perkembangan pendapatan daerah. Jika ada kenaikan baru bisa naikan honda mereka (guru honorer). Kalau tidak yah mereka harus bisa terima. Jadi program prioritas terakomodir, program kesejahteraan juga terakomodir,” pungkasnya. (Ully/Red)

