20.1 C
New York
Senin, Juni 1, 2026
BerandaPeristiwaHearing dengan DPUPR, Komisi IV DPRD Cilegon Minta Perbaikan Infrastruktur Diprioritaskan Terutama...

Hearing dengan DPUPR, Komisi IV DPRD Cilegon Minta Perbaikan Infrastruktur Diprioritaskan Terutama JLS

-

CILEGON, SSC – Komisi IV DPRD Kota Cilegon melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Cilegon di ruang rapat Komisi DPRD, Senin (13/3/2023). Dalam RDP tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD. Selain terkait penyerapan anggaran, pembangunan tandon, Jalan Lingkar Utara, Komisi IV DPRD juga membahas secara serius terkait kondisi Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang mengalami kerusakan saat ini kaitan dengan arus mudik Lebaran.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Anugrah Chaerullah mengatakan, pihaknya meminta agar Pemkot Cilegon memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Terutama perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang akan digunakan sebagai jalur mudik Lebaran menuju Pelabuhan Ciwandan.

Oleh karenanya, ia meminta agar DPUTR segera melakukan perbaikan. Jangan sampai nanti saat hari pelaksanaan Mudik Lebaran, jalan masih rusak sehingga mengurangi kelancaran pemudik.

“Kita mendorong agar akhir bulan ini disegerakan infrastruktur yang menjadi prioritas. Kaitan dengan jalan, itu juga menjadi konsen serius karena kaitan dengan arus mudik. Jangan sampai kendala, arus mudik, (jalan rusak) jadi kendala mengurangi kelancaran,” ungkapnnya.

Politisi PAN ini juga menyatakan, pihaknya dalam RDP tersebut mempertanyakan kaitan dengan kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU). Namun dari penjelasan yang diperoleh dari DPUTR tidak begitu konret karena ketidak hadiran pucuk pimpinan dinas tersebut.

“Tadi memang kita fokus tentang JLU, belum drainase saya tanyakan di jawab JLU saat ini sedang dipending dulu. Lebih lanjut mau diobrolin lagi, bukan pucuk pimpanannya. Jadi kapasitasnya terbatas,” terangnya.

Prisipnya, seluruh kinerja DPUTR akan diawasi oleh pihaknya. Sebagai mitra eksekutif, Komisi IV akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan.

“Tetap akan kita evaluasi dan lakukan pengawasan,” tuturnya.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD lainnya, Baihaki Sulaiman meminta agar DPUTR dalam bekerja optimal. Hingga menginjak bulan Maret ini, kata Baihaki, DPUTR masih tahap perencanaan. Padahal masyarakat menginginkan sudah mulai dilakukan aksi pekerjaan.

“Kita minta mereka memaksimalkan kinerjanya. Jadi kegiatan tidak ujuk-ujug, kan sudah melalui proses sudah cukup panjang. Proses penganggaran kan sudah direncanakan mulai dari Tahun 2022. Jadi kalau sudah dianggarkan, sudah ada action tidak lagi berbicara perencanaan,” terangnya.

Penata Muda Jalan dan Jembatan pada DPUTR Kota Cilegon, Andi Badrul Jaman menjelaskan terkait perbaikan JLS. Andi mengatakan, saat ini Pemkot melakukan upaya perbaikan JLS yang sifatnya sementara mulai kilometer 0 sampai kilometer 3. Anggaran yang akan digunakan untuk perbaikan sekitar Rp 2 miliar.

“Akan dilakukan perbaikan JLS yang sifatnya sementara untuk titik-titik tertentu saja. Semua titik yang mengakibatkan perlambatan semisalnya di depan forbis dan depan cilegon park,” tandasnya.

Diakui pihaknya, kata Andi, anggaran untuk perbaikan JLS memang terbatas. Saat ini Pemkot Cilegon sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk perbaikan jangka panjang dengan estimasi bantuan senilai Rp 70 miliar. Pekerjaan itu kemungkinan tidak dilakukan di saat arus mudik nanti berlangsung.

Untuk pekerjaan perbaikan JLS yang saat ini dilakukan menggunakan anggaran Rp 2 miliar. Perbaikan khusus jalan rusak akan dilakukan di mana jalannya akan diberi landasan dasar beton. Diharapkan anggaran tersebnut dapat dioptimalkan sehingga perbaikan dapat selesai 10 hari sebelum (H-10) Lebaran.

“Target kami H- 10 sebelum Lebaran sudah harus selesai,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2