20.1 C
New York
Senin, Juni 1, 2026
BerandaPeristiwaPemkot Cilegon Adakan Pertemuan dengan Industri Bahas Perbaiki JLS Rusak, Ini Estimasi...

Pemkot Cilegon Adakan Pertemuan dengan Industri Bahas Perbaiki JLS Rusak, Ini Estimasi Biaya yang Diajukan

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengadakan rapat pertemuan dengan sejumlah industri membahas terkait dengan upaya penanganan perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang mengalami kerusakan, Senin (13/3/2023). Dalam pertemuan itu, Pemkot mengajukan bantuan kepada industri dengan estimasi perbaikan JLS sekitar Rp 2,2 miliar.

Perlu diketahui, Jalan Lingkar Selatan (JLS) akan digunakan untuk para pemudik menuju Pelabuhan Ciwandan pada arus mudik Lebaran 2023 mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon, Retno Anggreani mengatakan, sebanyak 7 titik jalan rusak parah yang harus diperbaiki di JLS. Yakni, Sta 2+400 (depan Hotel Forbis, Sta 4+600 (depan Perum Cilegon Park), Sta 5+800 (sebelum Perum. Rakata), Sta 5+300 (depan laydown RDMP), Sta 3+500 (setelah Simpang Ciberko), Sta 1+700 (sebelum akses Jalan Wali Syukur) dan Sta 0+600 (Depan toko besi Ria Jaya).

Selain jalan rusak terdapat juga sebanyak 7 jembatan yang mengalami rusak serius. Yakni, Jembatan Cijalumpang, Jembatan Cimahe, Jembatan Cikondang, Jembatan Lebak Denok, Jembatan Cigeblag, Jembatan Cigelerens dan Jembatan Cikepuh.

“Selain jalan dan jembatan, ada beberapa titik genangan juga yang harus segera diperbaiki, yakni, genangan pada Sta 3+400 (akses masuk Griya Pemda), Genangan pada Sta 5+300 (depan laydown RDMP) dan Genangan pada Sta 14+900 (depan SPBU Ciwandan),” kata Retno kepada Selatsunda.com usai rapat, Senin (13/3/2023).

Kata Retno, penanganan perbaikan JLS ini memiliki panjang 680 meter dengan luasan secara keseluruhan 6650 meter persegi. Untuk kebutuhan slag sekitar 997,5 meter kubik dan kebutuhan aspal sekitar 741 ton lebih.

“Untuk kebutuhan alat berat seperti Excavator, Concrete Breaker, Vibro Roller, Dumptruck. Semuanya itu sesuai dengan estimasi kebutuhan biaya ditambah lainnya mencapai Rp 2,2 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua forum industri JLS, Malim Hander Johny, mengatakan, sebanyak 10 industri yang telah menyatakan siap membantu memperbaiki JLS.

“Ada lebih dari 10 industri yang berkontribusi membantu. Kita harap mereka mau bantu karena ini kan proyek nasional untuk berangkat Lebaran. Dan ini sudah perintah negara dan semua industri harus ikut bertanggung jawab memperbaiki JLS,” ujar Johny.

Pihaknya, kata dia, akan melakukan inventarisasi terkait dengan industri baik skala besar maupun menengah. Dimana, semuanya harus bergotong-royong dan sementara waktu terus berjalan. Oleh karena itu, sesuai dengan usulan, pihaknya akan meminta bantuan terhadap pemkot Cilegon.

“Istilahnya legalitas ya, dari beberapa industri sudah siap seperti Posco, Chandra Asri, Indorama. Untuk yang punya galian pasir bagaimana, dan juga industri kecil bagaimana. Harapan kami semuanya kompak, apalagi nanti ketua tim adalah Asda II Pemkot Cilegon dan bisa berjalan penagihannya ke industri-industri,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir Walikota Cilegon, Helldy Agustian, Kapolres Cilegon, AKBP Eko Tjahyo Untoro, Asda II Pemkot Cilegon, Tb Dikri Maulawardana dan sejumlah pejabat lainnya dan perwakilan industri. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2