20.1 C
New York
Minggu, Mei 3, 2026
BerandaKesehatanHingga Pertengahan 2022, Penderita HIV/AIDS di Cilegon Capai 79 Orang, 3 Orang...

Hingga Pertengahan 2022, Penderita HIV/AIDS di Cilegon Capai 79 Orang, 3 Orang Meninggal Dunia

-

CILEGON, Selatsunda.com – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Cilegon dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan. Kepala Bidang Upaya Pemenuhan UKM UKP pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Febrinaldo mengatakan, dari rekap jumlah penderita HIV/AIDS hingga Juli 2022 mencapai 79 orang.

Dari jumlah tersebut, penderita HIV sebanyak 63 orang dan AIDS sebanyak 16 orang. Tiga diantara penderita HIV/AIDS meninggal dunia.

Sementara jika dibandingkan dengan jumlah penderita HIV/AIDS Tahun 2021 sebanyak 63 orang. Diantaranya HIV sebanyak 33 orang dan AIDS 30 orang. Kasus penderita yang meninggal dunia sebanyak 12 orang.

“Kalau dilihat dari tahun lalu ke tahun ini terjadi peningkatan penderita HIV/AIDS hampir 98 persen,” kata Febrinaldo kepada Selatsunda.com ditemui di kantornya, Rabu  (31/8/2022).

Febrinaldo menuturkan, ada sejumlah faktor jumlah penderita HIV/AIDS meningkat. Kata dia, penyebabnya karena perilaku seks menyimpang baik perilaku berganti pasangan dan seks antar lelaki. Ada pula yang tertular oleh jarum suntik.

“Penularan HIV/AIDS tertinggi itu dari seringnya berganti pasangan serta homoseksual (gay),” ungkapnya.

Febri menjelaskan, berbagai upaya yang dilakukan pihaknya menekan tingginya angka penderita HIV/AIDS. Salah satunya memperluas layanan testing HIV, skrining HIV ke Lapas Cilegon dan ke tempat-tempat tertentu. Serta melakukan sosialisasi baik dari tingkat kota hingga ke tingkat puskesmas di Kota Cilegon.

“Bagi masyarakat yang sudah terinfeksi HIV/AIDS berhak mendapatkan layanan secara komprehensif bebas stigma dan diskriminasi. Layanan tersebut tidak hanya kesehatan,” kata dia.

Oleh karena itu, masyarakat yang diduga memiliki risiko terjangkit HIV/AIDS diminta segera memeriksa kesehetan di puskesmas atau rumah sakit secara gratis.

“Selain 9 puskesmas yang menerima layanan kesehatan bagi pasien HIV/AIDS, terdapat 3 rumah sakit yang bisa melayani pasien HIV/AIDS secara gratis. Yakni, RSUD Panggung Rawi, RSKM Cilegon dan Mutiara Bunda. Semua gratis tidak dipungut biaya apapun,” kata Febri.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mendiskriminasi pasien HIV/AIDS. Pasien HIV harus terbebas dari stigma dan diskriminasi.

“Hindari pemahaman lama (HIV/AIDS) adalah penyakit menakutkan. Virus ini memang tidak bisa disembuhkan hanya mengurangi virusnya saja. Jadi, saya ingatkan lagi, pada prinsip penularan penyakit HIV/AIDS hanya ada dua, yakni melalui seks berisiko dan narkoba suntik. Agar bisa terhindar dari penyakit mematikan itu, saya menganjurkan agar masyarakat untuk menghindari dua risiko tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2