CILEGON, SSC – Sebanyak 415 Kepala Keluarga (KK) di Kota Cilegon terdampak banjir setelah diguyur hujan lebat semalaman.
Kepala BPBD Kota Cilegon Suhendi mengatakan, banjir terjadi di 2 Kecamatan di Kota Cilegon. Yakni, di Lingkungan Baru Kelurahan Taman Sari Kecamatan Pulomerak dan di Lingkungan Kali Baru Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol. Banjir terjadi karena sampah menumpuk di bawah bantalan rel kereta api, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter.
“Semalam kan hujan lebat semalaman. Karena curah hujan yang cukup lebat ini menyebabkan air sungai meluap hingga sebetis orang dewasa,” kata Suhendi, Rabu (18/6/2025).
Suhendi menguraikan, untuk warga yang terdampak banjir di Lingkungan Kali Baru Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol tercatat sebanyak 140 KK. Sedangkan warga di Lingkungan Baru Kelurahan Taman Sari Kecamatan Pulomerak untuk RT 001/004 tercatat sebanyak 115 KK dan RT 002/004 sebanyak 160 KK.
“Sejak semalam hujan besar dan kemudian air laut juga lagi pasang sehingga terjadi banjir. Saat ini masih hujan tapi kami tetap bersiaga 24 jam, semoga tetap aman,” urainya.
Ia menyampaikan, pihaknya melakukan evakuasi dengan melibatkan berbagai pihak untuk membantu proses evakuasi dan asessmen.
“Kami bersama-sama bersiaga dan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana terutama banjir tadi malam dengan PMI Cilegon, Camat Lurah setempat, Danlanal Cilegon, Tagana, Pramuka Peduli, dan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Tak hanya melakukan assesmen dan pendataan, kata dia, Walikota Cilegon turut serta ikut membantu dalam proses evakuasi di Kelurahan Taman Sari dan memberikan 600 nasi bungkus.
“Alhamdulillah dari Pak Wali langsung memberikan 600 nasi bungkus untuk masyarakat yang terdampak banjir,” tuturnya.
Terpantau di lapangan, sejak pagi hingga siang hari ini Kota Cilegon masih diguyur hujan deras dan angin kencang. (Ully/Red)

