CILEGON, SSC – Baru-baru ini, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta ikut berkontestasi maju sebagai Bakal Calon Bupati Lebak pada Pilkada 2024. Majunya Sanuji di Pilkada Lebak dengan mengikuti penjaringan sejumlah partai politik sontak mengejutkan banyak pihak.
Ditemui di kediamannya di Cilegon, Sanuji Pentamarta membeberkan alasan maju di Pilkada Lebak mengikuti dinamika politik yang terjadi belakangan.
Sanuji mengaku, dirinya menerima informasi jika DPD PKS Cilegon mengusulkan dua nama bakal calon untuk maju dalam kontestasi Pilkada di Cilegon. Bertepatan waktu yang sama, kader PKS di Kabupaten Lebak justru mengusulkan namanya ke DPW dan DPP PKS untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Lebak.
“Memang sejak 23 Mei 2024 lalu, saya dapat informasi DPD PKS Cilegon tidak mengusulkan dan mengusung saya di Pilkada Cilegon. Maka saya cari alternatif untuk aktivitas politik kemana saya berlabuh. Dalam waktu yang bersamaan teman-teman di Lebak itu mendapat informasi, mungkin tidak dicalonkan di Cilegon, maka mereka meminta saya untuk dicalonkan sebagai Bakal Calon Bupati Lebak,” kata Sanuji kepada awak media, Senin (27/5/2024).
Sanuji mengungkapkan, dengan dinamika politik tersebut, ia pun pada Kamis (23/5/2024) langsung mengambil formulir pendaftaran penjaringan Bakal Calon Bupati Lebak ke PPP. Hal ini ia lakukan untuk meneruskan karir politiknya.
“Khawatir di Cilegon tidak diusung jadi takut di tempat lain ketinggalan. Dan akhirnya saya sudah komunikasi sekaligus mengambil formulir pendaftaran penjaringan yang dibuka oleh PPP Kabupaten Lebak,” ungkap Sanuji.
Politisi PKS ini mengaku, jika sebenarnya dirinya masih ingin maju di Pilkada Cilegon. Namun, keputusan tersebut, tergantung pada hasil rapat DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKS yang kabarnya akan diputuskan pada Selasa (28/5/2024).
“Jadi besok hasil rapat dari DPP PKS untuk Pilkada di Cilegon, Lebak. Dan nanti formula saya seperti apa? Kembali maju di Cilegon atau di Lebak. Sekarang saya tidak masif karena di DPD PKS sudah ditetapkan 2 nama tapi bukan nama saya yang diusulkan. Dan sudah diaminkan oleh DPW PKS Banten,” ucapnya.
Sanuji menjelaskan, jauh sebelumnya DPP sempat memintanya untuk berkomunikasi politik terkait Pilkada Cilegon. Salah satu yang dilakukan menjalin komunikasi politik dengan Bakal Calon Walikota dari Partai Golkar, Robinsar.
“Walaupun skema di Cilegon, pada 27 April saya diminta untuk cari pasangan dan sudah dilaporkan juga di tanggal 11 Mei 2024. Salah satu skema yang saya laporkan yakni, bertemu dengan Robinsar (Bakal Calon Walikota Cilegon) Partai Golkar-PKS itu sudah saya laporkan ke DPP PKS. Tapi semua itu terserah DPP PKS yang memutuskan,” ujarnya.
Meski demikian, Sanuji pun menyerahkan keputusan terkait perjalanan politiknya kepada DPP.
“Semua keputusan saya maju di Cilegon atau tidak ada ditangan partai. DPP PKS yang mempunyai SK (Surat Keputusan) mana yang rasional menang. Bayangan saya, Robinsar-Sanuji Pentamarta berpotensi menang karena Golkar besar hasilnya,” ungkapnya. (Ully/Red)

