20.1 C
New York
Senin, April 27, 2026
Beranda Peristiwa Diprotes Mahasiswa, Walikota Cilegon Robinsar Luruskan Terkait Program Beasiswa Cilegon Juare

Diprotes Mahasiswa, Walikota Cilegon Robinsar Luruskan Terkait Program Beasiswa Cilegon Juare

0
43
Walikota Cilegon Robinsar diwawancara usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Cilegon Ke-27 di DPRD, Senin (27/4/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Robinsar menanggapi adanya protes mahasiswa yang menilai banyak masyarakat yang tidak mendapat beasiswa karena kuota sedikit.

Robinsar meluruskan, bahwa kuota Beasiswa Cilegon Juare dari tahun lalu dan tahun 2026 mengalami peningkatan.

“Perlu diluruskan bahwa dari tahun 2025 ke 2026 justru ada peningkatan. Yang sebelumnya sekitar 511, sekarang menjadi sekitar 740. Jadi itu naik, bukan turun,” ujar Robinsar kepada media usai Rapat Istimewa Peringatan HUT Kota Cilegon Ke-27 di DPRD Cilegon, Senin (27/4/2026).

Prinsipnya, kata Robinsar, kuota Beasiswa Cilegon Juare selama ia menjabat mengalami kenaikan. Ia mengungkapkan, Pemkot dalam menjalankan program Beasiswa Cilegon Juare tidak sekadar menguliahkan tetapi program itu sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia mengakui, secara kuantitas memang tidak sebanyak dengan era kepala daerah sebelumnya. Namun jika secara kualitas, program Beasiswa Cilegon Juare telah tepat sasaran.

“Intinya, sudah ada kenaikan dari sisi jumlah. Namun target kami tidak hanya sekadar menguliahkan, tetapi juga memastikan kampus yang dipilih sesuai dengan arah dan kebutuhan industri. Jadi memang secara kuantitas mungkin tidak sebanyak sebelumnya, tetapi dari sisi kualitas kita perdalam,” paparnya.

Mengenai ada pernyataan mahasiswa bahwa di era kepemimpinan sebelumnya beasiswa jauh lebih mudah, Robinsar kembali meluruskannya. Beasiswa bukan soal mudah tidaknya didapatkan, tetapi lebih kepada target penerimaan.

Di era kepemimpinannya, kata Robinsar, syarat beasiswa minimal telah 3 tahun beridentitas warga Cilegon. Itu dilakukan agar penerima program Beasiswa Cilegon Juare tepat sasaran.

“Bukan soal lebih mudah atau tidak, tetapi lebih kepada target penerimaan. Di masa kami, ada syarat wajib minimal 3 tahun memiliki KTP Cilegon. Ini dilakukan agar program tepat sasaran, tidak dimanfaatkan oleh pihak luar yang hanya membuat KTP untuk mendapatkan beasiswa,” ucap Robinsar.

“Jadi mungkin terlihat lebih sulit, tetapi itu bagian dari upaya kami melindungi dan memastikan program ini benar-benar untuk warga Cilegon yang berhak, baik yang berprestasi maupun yang membutuhkan,” sambungnya.

Pihaknya dalam menjalankan program Beasiswa Cilegon Juare lebih mempertimbangkan kualitas dibandingkan kuantitas. Meski dari sisi kuantitas terus didorong pihaknya.

“Kami tetap mempertimbangkan kualitas dibandingkan kuantitas, meskipun dari sisi angka juga terus kami dorong. Apalagi anggaran tahun sebelumnya sudah banyak yang selesai, sehingga bisa dialokasikan kembali untuk beasiswa tahun berikutnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)