Sekda Kota Cilegon, Sari Suryati (kanan) usai dimintai keterangan di Bawaslu Cilegon, Kamis (6/8/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Sari Suryati memenuhi panggilan Bawaslu Kota Cilegon terkait beredarnya foto pertemuan Wakil Walikota Cilegon juga Bacalon Walikota, Ratu Ati Marliati dengan sejumlah relawan di Kantor Pemkot Cilegon.

Mantan Asda III ini selama 1 jam diminta klarifikasi oleh Bawaslu Cilegon terkait dugaan pertemuan politik Ati dengan relawan menggunakan fasilitas kantor pemerintahan.

Sekda Sari ditemui media menjelaskan, pada prinsipnya bahwa setiap tamu yang datang menemui walikota, wakil walikota ataupun sekda baik dari masyarakat maupun partai tidak dapat ditolak bertemu. Kaitan konteks pertemuan tersebut, kata Sari sudah dijalankan dengan prosedur yang ada.

“Siapa pun masyarakat atau tamu yang ingin bertemu tentunya tidak bisa kita tolak. Semua punya protap jika ingin bertemu. Kalau pun isi didalamnya apa, tidak mungkin ibu dan ajudan tahu apa pembicaraannya. Jadi intinya, siapapun itu yang datang tidak dapat ditolak. Tidak mungkin ajudan juga tahu isi pembicaraan tersebut. Itu kan ada etika didalam pemerintahan,” kata Sari, Kamis (7/8/2020).

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Soal pertemuan Ati dengan Relawan di Kantor Pemkot tersebut diduga mengandung unsur politik, Sari enggan menanggapi lebih lanjut.

“Kalau itu ibu gak bisa jawab. Karena isinya aja ibu gak tahu. Namun semua protap sudah sesuai dengan etika pemerintahan. Siapa pun tamu yang datang, pasti melalui ajudan,” ujarnya.

Menurut Sari Suryati, apapun yang terjadi, pemerintah harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Ia pun percaya, jika Walikota Cilegon, Edi Ariadi dan Wakil Walikota Cilegon, Ati Marliti lahir dari sebuah birokrasi yang cukup lama. Keduanya sebagai kepala dan wakil kepala daerah sudah sangat paham bagaimana menempatkan diri dalam beretika berpolitik, pemerintahan ataupun dalam tugas kedinasan.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

“Saya yakin pak walikota (Edi Ariadi) dan bu wakil walikota (Ati Marliati) mereka dari birokrasi cukup lama. Mereka tahu etika berpolitik, etika pemerintahan, etika kedinasan sangat paham. Beliau pasti sangat tahu mendudukkan profesionalisme itu,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati coba dihubungi kaitan hal tersebut masih belum dapat terkonfirmasi.

“Ibu masih dalam kegiatan, nanti di bel (telepon) lagi ya,” pungkas Ati singkat. (Ully/Ronald/Red)